Pintu Air 10 di Kota Tangerang Ditutup, Tinggi Muka Air Cisadane Turun 0,85 Meter

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 23:16:32 WIB
Petugas memeriksa kondisi Bendung Pintu Air 10 di Kota Tangerang, Senin (31/8/2026), setelah tinggi muka air Sungai Cisadane turun 0,85 meter.

TANGERANG — Penurunan tinggi muka air ini mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, ketinggian air di bagian hulu sempat berada di kisaran 12,30 hingga 12,40 meter, meski wilayah hilir sudah mengalami kekeringan lebih dulu.

Petugas Operasional Bendungan Pintu Air 10, Suyadi, mengatakan pasokan air dari Bogor sempat kembali normal pada 17 Agustus 2026, sehingga tinggi muka air sempat naik. Namun setelah itu, aliran dari hulu kembali mengecil dan membuat debit air menurun drastis.

Mengapa Seluruh Pintu Air Ditutup?

Suyadi menjelaskan, penutupan total dilakukan karena tidak ada debit limpasan dari arah hulu. Air yang tersisa di tampungan bendungan sengaja dijaga agar tetap bisa dialirkan ke saluran irigasi dan kebutuhan lain.

"Untuk sekarang ini tidak ada debit limpas, pintu-pintu ditutup semua karena tidak ada pasokan dari Bogor, tidak seperti biasanya dan di bawah normal. Jadi kita tutup agar bisa masuk ke irigasi dan digunakan untuk hal yang lain," kata Suyadi saat ditemui di lokasi, Senin (31/8/2026) sore.

Kondisi Irigasi Masih Aman, tapi Warga Diminta Hemat

Kendati tinggi muka air turun hingga 0,85 meter, Suyadi memastikan kebutuhan irigasi masih dalam kategori aman. Penurunan ini belum sampai pada level yang mengkhawatirkan untuk lahan pertanian di sekitar bendungan.

"Aman, masih amanlah. Walaupun terjadi penurunan seperti sekarang ini, tapi di irigasi masih dalam kategori aman," pungkasnya.

Meski begitu, imbauan penghematan air terus digalakkan. Suyadi menuturkan, arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Wali Kota Tangerang agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap bijak memakai air.

"Imbauan dari Pak kementerian pusat dari Dirjen kemarin dan dari Pak Wali Kota untuk kita jangan khawatir, jangan terlalu panik, air pasti dalam kategori aman. Intinya Pak Wali juga mengimbau agar bijaksana menggunakan air," tuturnya.

Kemarau Panjang di Hulu Jadi Biang Keladi

Kondisi ini diduga kuat dipicu kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah hulu Sungai Cisadane di Kabupaten Bogor. Minimnya curah hujan membuat debit air yang mengalir ke hilir berada di bawah normal, sehingga pasokan ke Pintu Air 10 ikut berkurang signifikan.

Suyadi berharap musim kemarau segera berakhir agar pasokan air dari Bogor kembali pulih. Ia juga mengingatkan warga untuk tidak membuang air secara percuma selama kondisi masih belum normal.

"Mudah-mudahan musim kemaraunya cepat berlalu dan air kiriman dari Bogor juga sudah kembali normal seperti biasanya. Masyarakat juga diimbau tetap menjaga agar air bisa digunakan dengan semestinya, tidak dibuang dengan percuma," harapnya.

Bendung Berusia Hampir Seabad

Bendung Pintu Air 10 atau Bendung Pasar Baru/Sangego merupakan bangunan air bersejarah yang berada di aliran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten. Dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda antara tahun 1927 hingga 1932, bendung ini memiliki 10 pintu air besar dengan lebar masing-masing sekitar 10 meter.

Fungsi utama bangunan ini adalah mengendalikan banjir, menjaga cadangan air baku untuk kebutuhan pengolahan air bersih seperti PDAM, serta mendukung irigasi di sejumlah wilayah. Terdapat pula intake atau pintu air berukuran lebih kecil yang mengatur distribusi aliran menuju kawasan Teluknaga dan Sepatan di Kabupaten Tangerang.

Sepanjang sejarahnya, Bendung Pintu Air 10 menjadi salah satu infrastruktur vital yang menjaga ketahanan air bagi jutaan warga di pesisir utara Banten. Kondisi pasokan yang menyusut kali ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan daerah aliran sungai.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: lensabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top