Sebanyak 15 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, dibatalkan akibat erupsi Gunung Sinabung yang berdampak pada rute dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mencatat total 41 pergerakan penerbangan pada Selasa, 1 September 2026, dengan 14 di antaranya mengalami keterlambatan.
TANGERANG — Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang terjadi sejak Senin (31/8) memicu penutupan operasional Bandara Kualanamu dan melumpuhkan sebagian jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keterlambatan, pembatalan, hingga pengalihan rute bagi calon penumpang.
Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan situasi.
Berdasarkan data InJourney Airports, trafik penerbangan rute Bandara Soekarno-Hatta menuju Kualanamu dan sebaliknya pada Selasa, 1 September 2026, tercatat sebanyak 41 pergerakan. Jumlah itu terdiri dari 20 kedatangan dan 21 keberangkatan dengan estimasi 5.350 penumpang.
Dari total pergerakan tersebut, otoritas bandara mencatat 15 penerbangan dibatalkan karena kondisi force majeure. Selain itu, terdapat 14 penerbangan lainnya yang mengalami keterlambatan akibat terdampak penutupan ruang udara di sekitar kawasan Gunung Sinabung.
"Saat ini, kami bersama maskapai dan stakeholder terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta dampaknya terhadap operasional penerbangan. Koordinasi dan langkah-langkah antisipasi terus dilakukan untuk memastikan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan sebaik mungkin," ujar Yudistiawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Rabu.
Pihaknya mengimbau calon penumpang yang hendak bepergian dari atau menuju Kualanamu untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai masing-masing. Pasalnya, status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
"Kami mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing. Kami akan terus memberikan pelayanan dan melakukan langkah-langkah antisipasi sesuai dengan perkembangan kondisi," kata Yudistiawan menambahkan.