BANTEN — Mengutip paultan.org, Rabu (2/9), Malaysia hanya memasarkan satu varian saja. Sementara Indonesia punya pilihan Standard dan Premium yang membuat rentang harganya lebih fleksibel untuk konsumen.
Dari sisi penggerak, J5 EV di Malaysia dan Indonesia identik. Keduanya memakai motor listrik bertenaga 155 kW atau setara 211 PS dengan torsi puncak 288 Nm. Jaecoo mengeklaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,7 detik dan kecepatan puncak 175 km/jam untuk pasar Malaysia.
Perbedaan mencolok justru ada pada komponen baterai. Versi Malaysia menggunakan baterai LFP dari CATL berkapasitas 58,9 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak 402 km dalam siklus WLTP. Sementara varian Indonesia dibekali baterai lebih besar, yakni 60,9 kWh dengan jarak tempuh 461 km berdasarkan metode NEDC.Karakter berkendara pun berpotensi terasa berbeda. Ground clearance J5 EV Malaysia cuma 174 mm, lebih rendah dari versi Indonesia yang mencapai 200 mm. Adaptasi ini kemungkinan dilakukan untuk menyesuaikan kondisi jalan di masing-masing negara.
Daya tampung bagasi utama sama-sama 480 liter. Namun kapasitas muat saat kursi baris kedua dilipat berbeda: 1.284 liter untuk versi Malaysia, sedangkan Indonesia hanya 1.180 liter. Keduanya tetap menyediakan ruang penyimpanan depan alias frunk berkapasitas 35 liter.Adapun unit yang dijual di Indonesia dirakit di dua fasilitas berbeda. Selain pabrik Handal Indonesia Motor di Bekasi, produksi juga dilakukan di pabrik Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia di Wanaherang, Bogor untuk menambah kapasitas.
Soal layanan purna jual, Jaecoo Malaysia menyiapkan paket peluncuran senilai RM10.000 untuk 1.000 unit pertama hingga 31 Oktober 2026. Paket tersebut mencakup asuransi satu tahun, home charger, hingga kabel V2L. Garansi kendaraan berlaku tujuh tahun atau 150.000 km, sementara garansi baterai lebih panjang lagi, yakni 10 tahun atau 200.000 km.