BANTEN — PT BYD Motor Indonesia mengumumkan mulai memproduksi mobil di Subang Smartpolitan Industrial Park, Subang. Selain memenuhi pasar dalam negeri, pabrik ini menjadi basis penting ekspansi BYD di Indonesia setelah sebelumnya hanya mengandalkan kendaraan utuh impor.
Pabrik didirikan di lahan seluas 126 hektare dengan kapasitas produksi 150.000 unit kendaraan per tahun. Angka tersebut setara lebih dari dua kali lipat total penjualan kumulatif BYD di Indonesia saat ini yang mendekati 100.000 unit.
Vice President of BYD Co Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang menyampaikan, kehadiran pabrik ini mewujudkan rencana yang telah disiapkan sejak lama.
"Hari ini akhirnya kami bisa merealisasikan impian kami 30 tahun yang lalu," ujar Liu di Subang, Kamis.
Pabrik Subang bukan fasilitas perakitan akhir. Liu menegaskan seluruh tahapan produksi telah dipindahkan dari China ke Indonesia.
"100 persen proses produksi mobil sudah dipindah ke Indonesia, dari stamping, welding, painting, dan assembly," kata Liu di Subang, Kamis.
Langkah ini mengubah status BYD dari importir dan distributor menjadi produsen kendaraan listrik di dalam negeri.
Saat ini lebih dari 5.000 orang telah bekerja di pabrik tersebut. Ketika kapasitas produksi berjalan penuh, Liu memperkirakan kebutuhan tenaga kerja lokal bisa melebihi 20.000 orang.
Penyerapan tenaga kerja sebesar itu menjadikan pabrik Subang salah satu lapangan kerja industri terbesar di kawasan Jawa Barat.
Penjualan kumulatif BYD di Indonesia sudah mendekati 100.000 unit. Liu menargetkan angka tersebut bertambah menjadi 200.000 unit pada tahun depan.
Tahun 2022, BYD menjadi merek mobil pertama yang menghentikan produksi kendaraan konvensional dan kini berfokus penuh pada kendaraan energi baru.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut investasi BYD sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi industri otomotif nasional.
"Transformasi market menuju green mobility harus lebih cepat. Beliau (Presiden Prabowo) menyampaikan BYD harus sukses di Indonesia," ujar Agus dalam acara peresmian pabrik.
Agus menambahkan, perjalanan investasi BYD hingga berdirinya pabrik memakan proses panjang. Ia mengapresiasi Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang kini menjabat Ketua Dewan Energi Nasional, atas peranannya mengawal investasi strategis ini sejak awal.