BANTEN — Partikel abu vulkanik punya karakter yang jauh berbeda dari debu jalanan biasa. Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) dalam laman resminya menyebut material ini sangat halus namun memiliki tingkat ketajaman setara pecahan kaca. Saat terhirup sistem intake, partikel ini bisa mengikis dinding silinder dan komponen internal mesin lainnya.
Konsentrasi kecil saja di dalam ruang bakar sudah cukup untuk menyebabkan aus berlebihan. Transmisi pun masuk daftar komponen yang rentan rusak jika partikel abu berhasil menembus celah-celahnya dan bercampur dengan oli.
Masalah paling umum yang muncul adalah filter udara yang tersumbat partikel halus. Akibatnya, suplai udara ke ruang bakar berkurang drastis. Campuran bahan bakar menjadi terlalu kaya, suhu pembakaran naik, dan mesin berpotensi mengalami overheat dalam waktu singkat.
Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya bikin performa mobil loyo, tapi juga berujung pada kerusakan permanen pada komponen mesin. Karena itu, abu yang menempel di area kap mesin sebaiknya tidak dianggap sepele.
Selain mesin, area kaca merupakan bagian yang paling cepat menunjukkan gejala kerusakan. Abu yang terjebak di antara bilah wiper dan kaca depan akan bertindak seperti amplas. Mengaktifkan wiper saat kondisi kaca kering justru akan meninggalkan goresan permanen yang tidak bisa dihilangkan.
Hal yang sama berlaku untuk kaca jendela. Mekanisme naik-turun jendela elektrik bisa menggores permukaan kaca karena partikel abu yang menempel ikut bergesekan dengan karet pengarah. Sifat korosif dari kandungan silika yang tinggi juga mempercepat munculnya karat pada bodi yang tergores.
Pemilik kendaraan di wilayah terdampak disarankan melakukan beberapa langkah pencegahan agar kerusakan tidak meluas. Perawatan ini bisa dilakukan di rumah maupun bengkel terdekat.
Hujan deras yang turun setelah erupsi biasanya membantu membersihkan sebagian abu yang menempel di bodi. Namun, sisa partikel yang mengendap di sela-sela komponen tetap membutuhkan penanganan manual seperti langkah di atas.
Untuk kendaraan yang diparkir di luar ruangan selama periode hujan abu, pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi sangat disarankan. Mekanik bisa membuka filter udara dan mengecek kondisi oli mesin secara langsung untuk memastikan tidak ada partikel yang sudah masuk ke sistem pelumasan.