Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten, mencatat indeks kualitas udara (AQI) di wilayahnya berada di angka 42 atau masuk kategori baik pada Senin pagi. Kondisi ini terpantau di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi menyebarkan abu vulkanik.
TANGERANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten, menyebutkan kualitas udara di wilayahnya masih berada dalam kondisi aman pada Senin pagi. Berdasarkan pantauan platform IQAir pada pukul 08.00 WIB, stasiun pemantauan Kota Tangerang mencatat Air Quality Index (AQI) US sebesar 42 atau masuk kategori baik.
Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, angka tersebut masih berada dalam baku mutu yang aman untuk dihirup masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian karena bertepatan dengan potensi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Yudi menjelaskan, kondisi serupa juga terpantau dari data ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup yang dihimpun dari empat stasiun pemantauan. Keempat stasiun tersebut berada di Pasir Jaya, Benteng Betawi, Karang Tengah, dan Kali Pasir.
“Semua menunjukkan dalam kondisi baik dan sedang, jadi masih dalam baku mutu aman,” ujar Yudi dalam keterangannya di Tangerang, Senin.
Data pantauan juga mencatat suhu udara di Kota Tangerang berada di kisaran 28 derajat Celsius pada pagi hari.
Meski kondisi udara terpantau aman, Yudi mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan perkembangan situasi. Kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pemantauan secara berkala tetap diperlukan di tengah perhatian terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Jika muncul keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa mengganjal, mata mengalami iritasi, atau gangguan pernapasan, warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Apabila keluhan berlanjut, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tegas Yudi.
Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong masyarakat memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Data kualitas udara dari berbagai platform dinilai dapat menjadi informasi tambahan bagi warga dalam memantau kondisi lingkungan secara berkala.
Dengan kondisi kualitas udara yang masih baik, masyarakat diharapkan tetap tenang sekaligus waspada. Pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan perlu dilakukan seiring perkembangan situasi erupsi Gunung Anak Krakatau.