BANTEN — Musim belanja Labor Day di Amerika Serikat kerap identik dengan diskon peralatan rumah tangga, namun tahun ini berbeda. Beberapa pengecer besar justru memanfaatkan momen ini untuk memberikan potongan harga signifikan pada jajaran ponsel flagship terbaru dari Samsung dan Google, bersamaan dengan siklus peluncuran iPhone generasi baru yang tinggal menghitung hari.
Bagi pengguna yang tidak terikat ekosistem Apple, penawaran ini bisa menjadi alternatif cerdas. Alih-alih menunggu iPhone 18 yang diperkirakan mulai dipesan pada pekan ini, konsumen bisa mendapatkan perangkat Android kelas atas dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga normal.
Menariknya, nilai diskon yang ditawarkan saat ini bahkan lebih besar dari promo pre-order beberapa bulan lalu. Sebagai contoh, potongan harga untuk Samsung Galaxy Z Fold 8 kini mencapai USD 300 (sekitar Rp 4,9 juta) tanpa tukar tambah—USD 100 lebih tinggi dari penawaran awal peluncurannya.
Salah satu promosi paling menarik datang dari Mint Mobile untuk seluruh lini Google Pixel 11. Operator prepaid ini memberikan potongan harga langsung sebesar USD 450 (sekitar Rp 7,4 juta) tanpa memerlukan perangkat lama untuk ditukar.
Bonusnya, pelanggan baru juga mendapatkan paket data unlimited selama satu tahun penuh dengan harga USD 180 (sekitar Rp 2,9 juta)—setengah dari tarif normal. Skema ini berbeda dari promo operator besar lain yang umumnya mensyaratkan trade-in untuk mendapatkan diskon serupa.
Mint Mobile juga menawarkan promo spesial untuk seri Galaxy S26. Diskon langsung mencapai USD 500 (sekitar Rp 8,2 juta), yang disebut sebagai rekor potongan harga terbesar dari operator tersebut untuk perangkat baru.
Konsumen yang memiliki perangkat lama bisa menambah diskon hingga USD 400 (sekitar Rp 6,6 juta) melalui program tukar tambah. Jika digabungkan, nilai total potongan ini nyaris menutup seluruh harga Galaxy S26 varian standar.
Amazon tercatat memasang Galaxy S26 Ultra dengan diskon 27 persen. Harga yang ditawarkan hanya berbeda USD 20 dari rekor harga terendah perangkat ini di platform tersebut, yang sempat tercatat di angka USD 933 pada Juni lalu.
Sementara itu, toko resmi Samsung memberikan dua opsi untuk Galaxy S26 Ultra: diskon langsung USD 300 (sekitar Rp 4,9 juta) sehingga harga menjadi USD 1.049, atau rebate tukar tambah hingga USD 720 (sekitar Rp 11,8 juta) yang berlaku untuk semua varian warna dan kapasitas penyimpanan.
Untuk lini lipatnya, Samsung menawarkan rebate trade-in hingga USD 800 (sekitar Rp 13,2 juta) untuk Galaxy Z Fold 8 dan USD 400 (sekitar Rp 6,6 juta) untuk Z Flip 8. Tanpa perangkat lama, konsumen tetap mendapat kredit belanja USD 300 untuk Fold 8 Ultra, USD 200 untuk Fold 8, dan USD 150 untuk Flip 8.
Tersedia pula diskon bundel hingga 15 persen saat membeli aksesori seperti smartwatch atau earbuds bersamaan dengan perangkat utama.
Perlu dicatat, seluruh penawaran ini berlaku di Amerika Serikat dan sebagian besar merupakan kontrak dengan operator tertentu. Pembeli di Indonesia yang ingin memanfaatkan promo serupa perlu mempertimbangkan biaya pajak impor, potensi masalah kompatibilitas jaringan 5G, serta garansi resmi yang umumnya tidak berlaku untuk perangkat dari luar negeri.
Bagi yang sudah mantap dengan ekosistem Android dan tidak ingin menunggu siklus peluncuran iPhone berikutnya, momen seperti ini layak dipantau—terutama jika memiliki kerabat di AS yang bisa membantu pengiriman.