BANTEN — Pemblokiran kode batang atau QR Code untuk pembelian solar bersubsidi menjadi kendala serius bagi pengemudi kontainer di Palu. Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan para sopir segera mendapatkan akses kembali.
"Selama dua hari ini mereka akan diperbarui barcode-nya, langsung didampingi oleh Pertamina. Tadinya tiga hari, saya minta itu dua hari diselesaikan," kata Imelda di Palu, Rabu.
Permasalahan ini mengemuka setelah Serikat Buruh Transportasi Container Sulawesi Tengah dan Forum Nasional Perjuangan Buruh Indonesia melaporkan banyak anggotanya gagal bertransaksi di SPBU. QR Code mereka terblokir oleh sistem Pertamina.
Imelda menjelaskan, proses pembaruan akun dan pembuatan QR Code baru akan didampingi langsung oleh tim Pertamina. Ia menegaskan pendampingan ini bukan sekadar prosedur, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi Pertamina kepada konsumen.
"Dan mereka harus mendampingi, Pertamina harus mendampingi. Insya-Allah mereka sudah bisa menyelesaikan nanti dengan Pertamina, saya harap dua hari ini bisa selesai," ujarnya.
Sales Branch Manager Sulteng Fuel PT Pertamina Patra Niaga, Made Dilan, memaparkan sejumlah pemicu teknis pemblokiran. Sistem mendeteksi aktivitas mencurigakan saat transaksi dilakukan.
Ia merinci beberapa indikasi yang menyebabkan QR Code tidak dapat digunakan, antara lain:
Made Dilan juga mengingatkan para pengemudi agar tidak menggunakan jasa pihak ketiga dalam pengurusan QR Code. Praktik ini berisiko tinggi karena kode bisa diperjualbelikan atau disalahgunakan.
"Transaksi berulang dalam satu hari serta pembelian dengan volume yang tidak wajar atau melebihi kapasitas tangki kendaraan juga dapat menjadi indikasi yang menyebabkan barcode terblokir," jelas Made Dilan.
Pemkot Palu tidak hanya fokus pada pemulihan akun pengemudi. Imelda memastikan pengawasan di tingkat SPBU akan diperketat dengan melibatkan aparat keamanan, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu.
"Nanti akan ada beberapa pemantauan-pemantauan langsung yang dilakukan oleh pihak-pihak keamanan. Bergabung juga nanti ada Satpol PP kita dan Dishub untuk tempat-tempat yang dianggap rawan terkait pengisian BBM solar," kata Imelda.
Sementara itu, Made Dilan memastikan stok solar bersubsidi di seluruh SPBU wilayah Palu dan sekitarnya dalam kondisi aman. Tidak ada kendala pasokan yang menghambat distribusi BBM bagi masyarakat.