BANTEN — Wagon listrik premium masih jadi barang langka di jalanan Indonesia. BMW i5 Touring eDrive 40 M Sport mencoba mengisi ceruk itu dengan formula yang jarang: bodi panjang di atas 5 meter, penggerak roda belakang, dan satu motor listrik yang menghasilkan 340 HP serta torsi 430 Nm.
Klaim yang paling bikin penasaran tentu soal harga. Menurut informasi yang beredar, banderolnya tidak berbeda jauh dari BMW i5 sedan. Kalau benar, ini jadi poin jual besar karena biasanya varian Touring di Eropa dibanderol lebih mahal dari sedan.
BMW i5 Touring memakai konfigurasi single motor yang menyalurkan tenaga ke roda belakang. Angka akselerasi 0-100 km/jam tercatat sekitar 5,7 detik — bukan angka tercepat di kelas EV premium, tapi lebih dari cukup untuk kebutuhan harian maupun menyalip di tol.
Karakter penyaluran tenaganya disebut halus dan progresif. Tidak ada hentakan berlebihan saat pedal akselerator diinjak dari posisi diam, tapi tenaga tetap terasa kuat begitu dibutuhkan. Untuk mobil keluarga, karakter seperti ini justru lebih nyaman dibanding EV yang responsnya terlalu agresif.
Bagian depan i5 Touring nyaris identik dengan Seri 5 sedan. Pembeda utamanya ada di belakang: format wagon dengan atap memanjang dan roof rail. Kombinasi ini yang bikin siluetnya terlihat lebih menarik dibanding sedan, sekaligus menambah kepraktisan ruang.
Sebagai EV, BMW menambahkan aksen biru di beberapa titik eksterior. Meski tidak punya knalpot, desain bumper tetap dibuat sporty supaya tampilannya tidak terkesan kosong. Soal warna, pilihannya cenderung sederhana — mungkin sengaja supaya karakter bodi wagon lebih menonjol.
Kabin i5 Touring tampil mewah dan simpel. Jok sintetis perforated membantu menjaga punggung tetap sejuk meski belum ada fitur ventilated seat. Ambient Light menambah suasana kabin, dan saat mode Sport aktif, jok pengemudi otomatis menopang tubuh ketika bermanuver.
Suspensi varian Touring disebut lebih empuk dibanding sedan. Road noise masih sedikit terdengar dari belakang, tapi tingkat kebisingannya tetap rendah — wajar untuk mobil premium yang fokus kenyamanan.
Ada satu catatan penting untuk penumpang belakang: legroom cukup lega, tapi sandaran jok belakang terasa tegak dan tidak bisa diatur kemiringannya. Untuk perjalanan jauh, posisi duduk seperti ini bisa kurang nyaman dibanding kompetitor yang menyediakan reclining rear seat.
Dari sisi teknologi, i5 Touring tidak kekurangan. Ada head-up display, panel instrumen digital, dan navigasi berbasis Augmented Reality yang menampilkan petunjuk arah langsung di layar.
Fitur dashcam bawaan ini termasuk nilai plus. Sebagian besar mobil premium masih mengandalkan dashcam aftermarket, sementara BMW sudah mengintegrasikannya ke sistem.
Inilah pembeda utama dari sedan. Bagasi 524 liter dengan fleksibilitas ruang yang lebih baik membuat i5 Touring jauh lebih praktis untuk kebutuhan keluarga — mulai dari stroller, koper besar, sampai peralatan olahraga.
Bandingkan dengan sedan yang biasanya mengorbankan ruang bagasi demi siluet. Kalau kebutuhan utama Anda adalah mobil harian dengan kapasitas angkut besar tapi tetap ingin tampil beda, wagon seperti ini masuk akal.
BMW i5 Touring eDrive 40 M Sport cocok untuk Anda yang butuh mobil listrik premium dengan kapasitas bagasi besar, tampilan beda dari sedan, dan performa yang tidak agresif tapi tetap bertenaga. Suspensi empuk dan kabin senyap jadi nilai tambah untuk perjalanan jauh.
Kurang cocok kalau prioritas Anda adalah posisi duduk belakang yang bisa direbahkan, atau kalau Anda sering bepergian ke daerah dengan infrastruktur charging DC yang minim. Untuk kebutuhan dalam kota dan rute antar-kota di Jawa, mobil ini justru masuk hitungan serius — asalkan harga resminya benar-benar sedekat klaim.