DLH Kota Tangerang Ajak Warga Salurkan Sampah Anorganik ke 362 Bank Sampah, Ini Alasannya

Penulis: Chandra Kusuma  •  Minggu, 27 September 2026 | 11:04:02 WIB
Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengimbau warga menyalurkan sampah anorganik ke bank sampah.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang mengajak warga menyalurkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan kaleng ke bank sampah ketimbang dibuang sembarangan. Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana menyebut sampah jenis itu punya nilai ekonomis dan berisiko menyulut kebakaran saat musim kemarau. Saat ini ada 362 bank sampah, delapan TPS3R, dan empat Intermediate Treatment Facility yang bisa dimanfaatkan warga.

TANGERANG — Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana menegaskan kardus dan kertas yang dibuang sembarangan paling rawan memicu kebakaran pada musim kemarau. Karena itu, warga diminta memilah sampah anorganik sejak dari rumah dan menyalurkannya ke bank sampah terdekat.

"Sampah anorganik tersebut memiliki nilai ekonomis. Salurkan ke bank sampah terdekat. Jika dibuang sembarang pada musim kemarau ini, bisa menyulut kebakaran khususnya kardus dan kertas," kata Yudi di Tangerang.

Selain berisiko kebakaran, membakar sampah secara terbuka juga mengganggu kualitas udara dan kesehatan warga. DLH menilai cara itu bukan solusi untuk menangani sampah rumah tangga.

362 Bank Sampah dan 4 ITF Siap Menampung

DLH Kota Tangerang mencatat ada 362 bank sampah, delapan TPS3R, dan empat Intermediate Treatment Facility (ITF) yang beroperasi saat ini. Fasilitas itu disebut cukup untuk mendukung warga mengelola sampah tanpa harus membakarnya.

Pada 2026, Pemkot Tangerang menargetkan pembentukan bank sampah di seluruh RW. Tujuannya menekan volume sampah yang masuk ke tingkat kelurahan, kecamatan, hingga TPA Rawa Kucing.

"Pada 2026, Pemkot Tangerang menargetkan pembentukan bank sampah di seluruh RW untuk membantu mengurangi sampah yang masuk ke tingkat kelurahan, kecamatan hingga TPA Rawa Kucing," ujarnya.

Layanan Jemput Sampah dan Minyak Jelantah

Warga yang belum sempat mengantar sendiri bisa memakai layanan Jemput Sampah DLH untuk sampah anorganik dan minyak jelantah. Pengajuan penjemputan lewat nomor 0811-1631-1631.

"Program tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah," kata Yudi.

Bank Sampah Darling Sudimara Jaya Kantongi Rp464,7 Juta

Manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah sudah terbukti di sejumlah bank sampah. Bank Sampah Darling di Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, mengelola 161.794 kilogram atau sekitar 161,7 ton sampah anorganik selama lima tahun.

Nilai ekonomi dari sampah yang dikelola bank sampah itu mencapai Rp464,7 juta. Sepanjang 2025 saja, sampah yang dikelola 50.897 kilogram dengan nilai sekitar Rp134,2 juta.

"Pada 2025 saja, sampah yang dikelola mencapai 50.897 kilogram dengan nilai ekonomi sekitar Rp134,2 juta," katanya.

Karang Tengah Kurangi 4,7 Ton Sampah per Bulan

Bank Sampah Kecamatan Karang Tengah mengumpulkan 300–400 kilogram sampah rumah tangga per pekan. Dalam sebulan, bank sampah itu memangkas sekitar 4,7 ton sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing.

Sampah yang dikumpulkan meliputi plastik, kertas, kardus, hingga minyak jelantah. Pemkot Tangerang juga mengembangkan TPS3R, RDF, biokonversi maggot, pengolahan sampah organik, dan program Sedekah Sampah.

"Pemkot Tangerang juga terus mengembangkan pengelolaan sampah melalui berbagai pendekatan, termasuk TPS3R, RDF, biokonversi maggot, pengolahan sampah organik, serta program Sedekah Sampah," ujarnya.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top