TANGERANG — Arak-arakan 90 joli suci dari berbagai vihara dan kelenteng menjadi inti Kirab Budaya dan Ruwat Bumi yang memperingati Hari Jadi Ke-43 Sijet Tjie Thien Ta Sen Bio Vihara Dhama Budhi Bhakti Kota Tangerang. Joli merupakan tandu suci tempat menempatkan patung dewa-dewi yang diusung warga sepanjang rute kirab.
Peserta tidak hanya datang dari Kota Tangerang. Pendiri Vihara Dhama Budhi Bhakti, Benny Susanto, menyebut joli-joli yang diarak berasal dari Jakarta, Bogor, Karawang, Sukabumi, Semarang, hingga Palembang.
Kehadiran puluhan joli dari luar daerah membuat kirab kali ini berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Benny menyatakan vihara sengaja mengundang berbagai kelenteng dan vihara mitra untuk ikut memeriahkan peringatan ulang tahun vihara yang identik dengan Dewa Sun Goh Kong tersebut.
"Sudah beberapa hari terakhir ini, kami memeriahkan ulang tahun vihara yang identik dengan Dewa Sun Goh Kong di Kota Tangerang. Pundak acara Kirab Budaya dan Ruwat bumi ini adalah dengan mengarak joli suci yang tadi sudah disaksikan bersama," ujar Benny.
Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab sejak pagi. Antusiasme itu dinilai Benny sebagai cerminan besarnya harapan warga terhadap tradisi yang hanya digelar setiap tujuh tahun sekali.
"Antusiasmenya luar biasa dan ribuan orang tumpah ruah memadati jalanan kota dari ujung ke ujung ingin menyaksikan kirab tujuh tahun sekali ini. Semoga (kegiatan ini) bisa terus dilestarikan serta memberikan berkah bagi kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang," katanya.
Selain joli suci, berbagai kesenian budaya turut diarak mengelilingi kota. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menyebut kemeriahan kirab menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.
"Kirab berjalan sangat meriah. Puluhan usung-usungan joli dan kesenian budaya juga diarak mengelilingi kota dan disaksikan langsung ribuan pasang mata pengunjung yang berdatangan tidak hanya dari dalam kota, bahkan luar Kota Tangerang," katanya.
Pihak Vihara Dhama Budhi Bhakti berharap penyelenggaraan kirab pada tujuh tahun mendatang berlangsung dengan skala lebih luas. Mereka menargetkan kirab berikutnya dapat menghadirkan joli dari sejumlah negara tetangga.
Kirab Budaya dan Ruwat Bumi juga dinilai memiliki daya tarik wisata budaya. Kegiatan tersebut disebut dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya peranakan Tionghoa di Kota Tangerang kepada masyarakat yang lebih luas.