TANGERANG — Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyampaikan bahwa potensi hujan ringan pada Selasa dan Kamis pekan ini menandai berakhirnya kemarau panjang di wilayah tersebut. Data BMKG yang diterima pihaknya menunjukkan dua hari tersebut memiliki kelembapan udara paling tinggi, mencapai 93 persen.
Pada hari-hari lain, Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu, cuaca diprakirakan berawan dengan suhu udara 25–31 derajat Celsius dan kelembapan 56–95 persen. Perbedaan rentang suhu antarhari tidak terlalu besar, namun kelembapan yang fluktuatif menjadi indikator utama potensi hujan.
Mahdiar mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi potensi genangan ketika intensitas hujan meningkat. Menurutnya, kesiapsiagaan warga menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas sehari-hari.
"Masyarakat untuk tetap memperhatikan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah karena potensi hujan ringan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan cuaca yang cepat dapat memengaruhi mobilitas warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan pada pagi dan sore hari.
"Kesiapsiagaan masyarakat bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah," katanya.
BPBD Kota Tangerang menyediakan layanan kegawatdaruratan melalui call center 112 atau nomor BPBD Kota Tangerang 021-5582-144. Kedua saluran tersebut aktif selama 24 jam untuk merespons laporan darurat, termasuk genangan dan pohon tumbang.
Warga yang melihat tanda-tanda genangan atau membutuhkan evakuasi dapat langsung menghubungi nomor tersebut tanpa harus menunggu laporan resmi dari kelurahan.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang menekankan larangan membakar sampah sembarangan selama musim kemarau. Asap pembakaran mengandung berbagai zat yang berbahaya jika terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Salah satu polutan yang perlu diwaspadai adalah particulate matter (PM2.5), partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan bagian dalam. Paparan polusi udara jenis ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
"Paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni.
Dini meminta masyarakat menghindari pembakaran sampah selama kemarau, terutama di kawasan permukiman padat yang jarak antar rumahnya berdekatan. Asap yang tertahan di udara dapat memperburuk kualitas udara lingkungan sekitar.
Meski intensitasnya ringan, hujan pada Selasa dan Kamis tetap berpotensi menimbulkan genangan di titik-titik rawan. Warga yang tinggal di kawasan rendah atau dekat saluran air disarankan memeriksa kelancaran drainase di sekitar rumah.
Pengendara motor dan pejalan kaki juga diminta menyiapkan jas hujan atau payung, mengingat kelembapan tinggi pada dua hari tersebut dapat memicu hujan tiba-tiba pada sore hari. Aktivitas luar ruangan sebaiknya dijadwalkan ulang jika cuaca memburuk.
BPBD Kota Tangerang akan terus memperbarui informasi cuaca berdasarkan data BMKG selama sepekan ke depan. Warga dapat memantau perkembangan melalui kanal resmi instansi tersebut atau menghubungi call center 112 jika terjadi kondisi darurat.