PANDEGLANG — Kepala UPT Puskeswan Pandeglang Ade Setiawan menyatakan layanan suntik vaksin massal menyasar hewan penular rabies yang masih berkeliaran di lingkungan warga. Pelayanan jemput bola sebelumnya berlangsung di Kecamatan Menes, Labuan, hingga Cibaliung, dengan sisa dosis disiapkan untuk wilayah lain hingga akhir September.
Kabupaten Pandeglang tercatat aman dari kasus penularan rabies pada manusia maupun hewan selama 14 hingga 15 tahun terakhir. Catatan itu tetap dijaga karena populasi hewan penular rabies dinilai masih tinggi di sejumlah kampung dan permukiman.
"Kita masih aman karena selama 14 atau 15 tahun terakhir tidak ada laporan penyakit rabies di Kabupaten Pandeglang," kata Ade.
Puskeswan mengimbau pemilik hewan kesayangan memberikan vaksin pencegahan minimal satu tahun sekali. Kesadaran pemilik hewan disebut menjadi kunci utama menjaga keselamatan lingkungan dari ancaman virus rabies.
Salah seorang pemilik hewan peliharaan, Restika, mengaku mendapat informasi layanan gratis dari rekan kerja dan media sosial resmi. Ia membawa kucing Anggora kesayangannya untuk diperiksa dan divaksin.
"Dengan adanya vaksinasi ini, tentu merasa senang dan terbantu. Jadi kucing peliharaan bisa diperiksa agar kedepannya lebih sehat," kata Restika.
Antusiasme warga terlihat dari jumlah hewan yang dibawa ke titik layanan sejak pagi. Sebagian pemilik hewan datang dari kecamatan tetangga karena jadwal vaksinasi keliling belum menyentuh wilayah mereka.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengapresiasi sinergi lintas instansi bersama Pemerintah Provinsi Banten dalam menyukseskan program kesehatan hewan peliharaan. Pemda berharap pelayanan publik serupa diperluas agar menjangkau lebih banyak warga.
"Kami ingin Pandeglang menjadi daerah yang sehat dan tidak terpapar oleh binatang kesayangan karena kita tidak ingin angka kesakitan meningkat," harapnya.
Rabies, menurutnya, bukan hanya persoalan kesehatan hewan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Pencegahan harus dilakukan sebelum terjadi penularan.
Dewi menyebut penanganan rabies membutuhkan kerja sama antara sektor kesehatan hewan, kesehatan manusia, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, tenaga kesehatan hewan, serta masyarakat.
"Semangat One Health bahwa kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan saling berkaitan dan harus kita jaga bersama," tandasnya.
Puskeswan Pandeglang belum merinci lokasi layanan jemput bola berikutnya. Pemilik hewan peliharaan diimbau memantau pengumuman resmi instansi tersebut agar tidak melewatkan jadwal vaksinasi gratis.