TANGERANG — Kepala BMKG Wilayah Ciputat, Hartanto, menyampaikan prakiraan itu pada Rabu 30 September 2026. Menurutnya, tidak semua kabupaten dan kota di Banten akan diguyur hujan pada bulan yang sama.
"Sebagian besar wilayah Provinsi Banten diprediksi mulai memasuki awal musim hujan pada November 2026. Sebagian lain musim hujan mulai Desember," ujar Hartanto.
Wilayah yang baru masuk musim hujan pada Desember tersebar di sejumlah titik. Kota Serang bagian selatan dan Kabupaten Serang bagian tengah diperkirakan mulai pada dasarian pertama Desember.
Kabupaten Lebak bagian selatan diprediksi menyusul pada dasarian kedua Desember. Sementara Kota Cilegon, Kabupaten Serang dan Kota Serang bagian utara, Kabupaten Tangerang, serta Kota Tangerang bagian utara baru memasuki musim hujan pada dasarian ketiga Desember.
Dasarian adalah satuan waktu sepuluh hari berturut-turut yang dipakai BMKG untuk menganalisis pola cuaca.
Untuk sifat musim hujan, 92,3 persen wilayah Banten diprediksi berada pada kategori normal. Hanya satu zona musim yang diperkirakan di bawah normal, mencakup Pandeglang timur, Kabupaten Serang tengah, dan Lebak barat laut.
Curah hujan di bawah normal berarti berada di bawah 85 persen dari rata-rata curah hujan biasanya. Warga di tiga wilayah itu perlu mewaspadai kemungkinan pasokan air yang lebih sedikit selama musim hujan.
Durasi musim hujan sendiri bervariasi. Wilayah utara Banten diprediksi mengalami 7 hingga 9 dasarian, sedangkan wilayah selatan jauh lebih panjang, mencapai 19 hingga 21 dasarian.
Puncak musim hujan di Banten tidak terjadi serentak. Hartanto menyebut tiga zona musim akan mencapai puncak pada Januari, lima zona pada Februari, dan lima zona lainnya pada Maret.
"Puncak musim hujan di Provinsi Banten diprediksi terjadi pada Januari 3 zom (zona musim). Februari 5 zom, Maret 5 zom," katanya.
Artinya, rata-rata puncak hujan di Banten berlangsung pada Februari dan Maret 2027. Periode itu menjadi fase paling rawan bagi wilayah yang selama ini langganan banjir dan longsor.
BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi menyikapi perubahan musim ini. Untuk sektor pangan, petani diminta menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas yang sesuai, dan memperkuat pengendalian hama.
Di bidang kesehatan, BMKG mendorong pemberantasan sarang nyamuk hingga penyiapan layanan kesehatan menghadapi musim hujan. Dua hal itu kerap jadi persoalan saat curah hujan meningkat di Banten.
Untuk kebencanaan, BMKG menekankan mitigasi melalui pemantauan cuaca dan sistem peringatan dini. Kesiapan evakuasi masyarakat juga termasuk dalam rekomendasi tersebut.
"Potensi banjir dan longsor melalui pemantauan informasi cuaca dan sistem peringatan dini, serta kesiapan evakuasi masyarakat," kata Hartanto.
Pemerintah daerah di kabupaten dan kota diminta menjadikan prakiraan ini dasar menyusun langkah antisipasi, terutama di zona musim yang diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal.