DPRD Kota Tangerang Sahkan Perubahan APBD 2026 Rp5,767 Triliun, Pendapatan Daerah Naik Rp35,9 Miliar

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:08:31 WIB
Rapat paripurna DPRD Kota Tangerang menetapkan Perubahan APBD 2026 senilai Rp5,767 triliun.

DPRD Kota Tangerang menetapkan Perubahan APBD 2026 senilai Rp5,767 triliun dalam rapat paripurna, dengan pendapatan daerah naik Rp35,9 miliar dari sebelumnya. Wali Kota Sachrudin menyebut perubahan anggaran diarahkan untuk mendukung program prioritas yang berdampak langsung ke masyarakat. Defisit anggaran Rp581,04 miliar direncanakan ditutup melalui pembiayaan daerah.

TANGERANG — Pendapatan Daerah dalam struktur Perubahan APBD 2026 Kota Tangerang dianggarkan Rp5,18 triliun. Angka itu terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp3,22 triliun dan Pendapatan Transfer Rp1,96 triliun.

Sementara Belanja Daerah ditetapkan Rp5,76 triliun. Rinciannya, Belanja Operasi Rp4,67 triliun, Belanja Modal Rp1,05 triliun, dan Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp35,42 miliar.

Defisit Rp581,04 Miliar Ditutup Lewat Pembiayaan Daerah

Selisih antara pendapatan dan belanja meninggalkan defisit anggaran Rp581,04 miliar. Pemerintah Kota Tangerang merencanakan defisit itu ditutup melalui pembiayaan daerah.

Wali Kota Sachrudin menegaskan perubahan anggaran diarahkan pada program prioritas yang manfaatnya nyata bagi warga.

"Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 diarahkan untuk mendukung program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Sachrudin setelah Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang.

Lima Isu Strategis Jadi Fokus Belanja

Pelaksanaan Perubahan APBD 2026 menyoroti sejumlah isu strategis. Daftarnya mencakup pengurangan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, penanganan pengangguran, pengendalian inflasi, serta mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Sachrudin meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat. Waktu pelaksanaan tahun anggaran tersisa beberapa bulan.

"Jangan sampai kita hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Kita harus memastikan apa yang dikerjakan, hasil yang dicapai, dan manfaat yang diterima masyarakat," tegasnya.

DPRD: Pembahasan Sebulan, Fokus Efisiensi Anggaran

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, menyebut pembahasan Perubahan APBD 2026 berlangsung sekitar satu bulan. Efisiensi anggaran jadi kata kunci, dengan realokasi belanja diarahkan ke kegiatan berdampak langsung bagi masyarakat.

"Alhamdulillah hari ini kita telah melaksanakan rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan untuk R-APBD Perubahan Tahun 2026. Kurang lebih sebulan kita melakukan pembahasan untuk memastikan perubahan atau pergeseran anggaran ini sejalan dengan arahan efisiensi, sekaligus melakukan realokasi anggaran kepada kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat," ujar Arief.

Sachrudin menekankan percepatan pembangunan harus berjalan seiring kualitas pelaksanaan dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Setiap program dituntut tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi menjawab kebutuhan warga Kota Tangerang di seluruh wilayah.

"Anggaran bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan. Yang terpenting adalah bagaimana anggaran tersebut diterjemahkan menjadi program yang tepat sasaran, memberikan hasil terukur, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Sachrudin.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top