Cuaca Berawan di Pandeglang dan Lebak 8 Oktober 2026, Suhu Tertinggi Capai 33 Derajat Celsius

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:32:01 WIB
Langit berawan menyelimuti kawasan Pandeglang dan Lebak pada Kamis, 8 Oktober 2026.

PANDEGLANG — Suhu minimum di Pandeglang dan Lebak diperkirakan sama-sama 24 derajat Celsius, membentuk rentang harian 24–33 derajat Celsius. Perbedaan utama kedua wilayah terletak pada tingkat kelembapan udara.

Kelembapan Lebak Lebih Tinggi Ketimbang Pandeglang

Pandeglang tercatat memiliki kelembapan 46–85 persen. Angka itu lebih rendah dibandingkan Lebak yang berada di rentang 54–93 persen.

Selisih ini membuat udara Lebak terasa lebih lembap, terutama pada pagi dan malam hari. Warga di wilayah selatan Banten itu perlu memperhitungkan kondisi tersebut saat beraktivitas di luar ruangan.

Aktivitas Luar Ruangan Tetap Bisa Berjalan Normal

Kondisi berawan tanpa prakiraan hujan membuat aktivitas luar ruangan masih memungkinkan. Masyarakat dapat menyesuaikan waktu kegiatan dengan pergerakan suhu harian.

Suhu tertinggi 33 derajat Celsius umumnya terjadi pada siang hingga sore hari. Pada rentang waktu itu, paparan panas lebih terasa meski langit tertutup awan.

Wilayah Pesisir Selatan Banten Perlu Perhatian Khusus

Pandeglang dan Lebak sama-sama memiliki garis pantai menghadap Samudra Hindia. Kelembapan tinggi di Lebak membuat udara terasa lebih berat bagi warga yang beraktivitas di area pesisir.

Nelayan dan pekerja lapangan di kedua kabupaten disarankan memantau perkembangan cuaca sebelum menentukan jadwal. Perubahan kondisi langit di wilayah pesisir bisa berlangsung cepat meski prakiraan awal menunjukkan berawan.

Prakiraan Ini Berlaku Sehari Penuh

Informasi cuaca tersebut mencakup periode Kamis, 8 Oktober 2026, untuk wilayah Pandeglang dan Lebak. Warga dapat menjadikannya acuan awal sebelum merencanakan kegiatan di luar rumah.

Pembaruan prakiraan biasanya dirilis berkala oleh pihak berwenang. Memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat tetap langkah paling aman, terutama bagi yang menempuh perjalanan jauh antarkecamatan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: banten.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top