Pemkot Tangerang Perkuat 900 Pekerja Sosial Deteksi Masalah Warga hingga Tingkat Kelurahan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 10:51:31 WIB
Dinas Sosial Kota Tangerang memperkuat peran lebih dari 900 pekerja sosial di tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Dinas Sosial Kota Tangerang memperkuat peran lebih dari 900 pekerja sosial untuk mendeteksi masalah sosial dan mendampingi warga di tingkat kecamatan hingga kelurahan. Penguatan itu dilakukan melalui peningkatan kapasitas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) agar pelayanan sosial lebih cepat dan tepat sasaran. Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut kehadiran pekerja sosial menjadi kunci pemkot mengetahui kebutuhan riil masyarakat.

TANGERANG — Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi menilai kedekatan pekerja sosial dengan wilayah tugas menjadi modal besar untuk mengenali kebutuhan masyarakat. Menurut dia, informasi yang disampaikan pekerja sosial membantu penanganan persoalan sosial di lapangan.

Peran pekerja sosial mencakup dukungan terhadap penyelenggaraan program kesejahteraan sosial serta koordinasi dengan berbagai pihak sesuai tugas dan kewenangan. Sinergi antara TKSK, PSM, aparatur kewilayahan, dan masyarakat terus diperkuat agar pelayanan sosial berjalan lebih terarah.

Mengapa TKSK dan PSM Jadi Ujung Tombak di Kecamatan

Acep menyatakan TKSK memiliki peran penting sebagai unsur pendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial di tingkat kewilayahan. Karena itu, anggota pekerja sosial dituntut meningkatkan pengetahuan dalam membaca situasi.

"TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) memiliki peran penting sebagai salah satu unsur pendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial di tingkat kewilayahan. Maka itu, anggota pekerja sosial harus meningkatkan pengetahuan dalam membaca situasi," katanya.

Peningkatan kapasitas dan koordinasi pilar sosial dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan. Komunikasi yang baik dan kerja sama lintas sektor diharapkan membuat persoalan sosial ditangani lebih responsif sesuai kebutuhan masyarakat.

900 Pekerja Sosial Dituntut Jaga Integritas dan Kompetensi

Wali Kota Tangerang Sachrudin menambahkan pekerja sosial yang berjumlah 900 orang lebih di kota itu memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi, mendampingi, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Setiap anggota dituntut terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memperkuat semangat pengabdian.

Menurut Sachrudin, pelayanan sosial harus semakin profesional, responsif, cepat, dan tepat sasaran. Kehadiran pekerja sosial dalam mendengar dan merespons setiap masalah yang ada menjadi hal penting bagi pemkot.

"Kehadiran pekerja sosial dalam mendengar dan merespon setiap masalah yang ada untuk kemudian disampaikan ke kelurahan, kecamatan hingga dinas, jadi hal penting bagi pemkot untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan yang diinginkan," katanya.

Alur Pelaporan dari Kelurahan hingga Dinas Sosial

Setiap temuan pekerja sosial di lapangan disampaikan berjenjang ke kelurahan, kecamatan, hingga dinas. Alur itu membuat pemkot bisa mengetahui kebutuhan warga lebih cepat sebelum solusi disiapkan.

Penguatan sinergi antara TKSK, PSM, dan aparatur kewilayahan disebut terus dilakukan agar upaya pelayanan sosial berjalan lebih terarah. Dengan komunikasi yang baik dan kerja sama lintas sektor, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat ditangani secara lebih responsif sesuai kebutuhan masyarakat.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top