KABUPATEN TANGERANG — Pemerintah Kecamatan Pakuhaji menggelar festival budaya yang menyatukan tiga peringatan sekaligus dalam satu panggung. Selain HUT ke-34 kecamatan dan HUT ke-394 kabupaten, kegiatan di halaman kantor kecamatan itu juga dirangkai dengan peringatan Hari Santri 2026.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyebut festival bukan sekadar perayaan hari jadi. Menurutnya, ajang itu menjadi wadah mempererat hubungan antarelemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
"Alhamdulillah, seluruh elemen hadir di sini, bergandengan tangan untuk memajukan Kecamatan Pakuhaji supaya lebih sejahtera," ujar Maesyal.
Keterlibatan berbagai unsur dinilai menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun wilayah. Pemerintah kecamatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), ulama, kepala desa, tenaga pendidik, pelajar, dan perwakilan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut.
Maesyal menilai kebersamaan dan partisipasi aktif warga membuat pembangunan di Kecamatan Pakuhaji berjalan lebih baik. Manfaatnya diharapkan sampai ke warga langsung.
Bupati mengapresiasi penampilan kolosal anak-anak yang menjadi bagian dari festival. Menurutnya, penampilan itu menjadi salah satu upaya mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.
Pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tradisi daerah tetap dikenal dan diwariskan ke generasi berikutnya. Selain menjaga identitas daerah, kegiatan budaya juga berpotensi membuka ruang bagi pengembangan ekonomi masyarakat setempat.
Maesyal menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival. Ia berharap kegiatan serupa terus memperkuat persatuan serta meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan.
Ia pun mengajak masyarakat menjaga kebersamaan dan mendukung berbagai program pembangunan. Tujuannya agar Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dan Provinsi Banten semakin maju dan sejahtera.