BANTEN — Radithya Bayu Wardhana menutup Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 sebagai juara tunggal putra setelah mengalahkan Fardhan Rainanda Joe lewat rubber game di Stadion Internasional Kairo, Mesir. Duel sesama pemain Indonesia itu jadi final tunggal putra pertama dalam sejarah ajang ini.
Kemenangan Radithya datang melalui pertarungan tiga gim yang berlangsung ketat, dengan skor akhir 15-9, 11-15, dan 15-8. Gelar ini melengkapi dominasi Indonesia di sektor tunggal putra junior, menyusul titel yang diraih Alwi Farhan pada 2023.
Bagi Radithya, partai puncak di Kairo menjadi panggung pembuktian setelah ia tampil agresif sejak gim pembuka. Fardhan, yang melaju ke final lewat jalur berbeda, harus puas dengan posisi runner-up pada debut final dunia juniornya.
Duel dimulai imbang 3-3 sebelum Radithya meraih delapan poin beruntun dan menjauh 11-3. Fardhan sempat memangkas jarak menjadi 11-7, tetapi Radithya kembali mengatur tempo dan menutup gim pertama 15-9.
Pola permainan Radithya di gim pembuka bertumpu pada tekanan dari belakang lapangan. Smes-smes tajamnya memaksa Fardhan bertahan dan kehilangan inisiatif di poin-poin krusial.
Fardhan membuka gim kedua dengan empat poin beruntun setelah tertinggal angka pertama. Radithya menyamakan kedudukan 6-6, lalu sempat memimpin 10-7 sebelum Fardhan merespons dengan menyamakan skor 10-10.
Setelah imbang 11-11, Fardhan mengambil alih kendali dan mengunci gim kedua 15-11. Kesalahan sendiri dari Radithya di bawah tekanan jadi faktor pembeda di fase akhir gim ini.
Radithya tampil lebih siap di gim ketiga. Dari 2-0, ia melebarkan jarak menjadi 6-1 dan memaksa Fardhan mengejar sepanjang gim.
Fardhan sempat mendekat hingga 8-7 setelah tertinggal 3-8, tetapi Radithya merespons dengan lima poin beruntun untuk memastikan kemenangan 15-8. Konsistensi di poin-poin akhir jadi pembeda antara kedua pemain.
Partai puncak di Kairo mencatat sejarah baru bagi bulu tangkis Indonesia. Ini kali pertama dua atlet Merah Putih bertemu di final tunggal putra Kejuaraan Dunia Junior BWF.
Sebelumnya, Indonesia baru sekali merebut gelar nomor ini melalui Alwi Farhan pada 2023, yang saat itu mengalahkan Hu Zhean dari China. Keberhasilan Radithya mempertahankan tradisi juara di sektor tunggal putra junior memperkuat kedalaman skuad muda Indonesia.
Bagi Fardhan, hasil ini tetap menjadi modal berharga. Perjalanan ke final dunia junior pada usia muda membuka peluangnya masuk pelatihan nasional dan mengikuti turnamen level senior dalam beberapa tahun ke depan.