TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Dwi Tunggal Jaya Abadi dan Universitas Ichsan Satya (UIS) pada Senin (13/7/2026). Kerja sama ini menyasar pencetakan sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di pasar kerja global, sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyebut kolaborasi ini tidak sekadar pelatihan kerja, melainkan membuka akses penempatan tenaga kerja ke berbagai negara melalui jalur resmi dan legal. “Ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja internasional sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Tiga Tahap: Dilatih, Disertifikasi, Bekerja
Program ini berjalan dalam tiga tahapan utama. Pada tahap awal, sebanyak 69 pendaftar telah terekruit dan tengah menjalani proses verifikasi. Pelatihan bahasa Jepang dan Inggris dijadwalkan dimulai pada awal pekan depan.
Setelah pelatihan, peserta akan melalui pemeriksaan administrasi, medical check-up, pengurusan paspor, hingga pengajuan visa. Sektor kesehatan dan perhotelan (hospitality) menjadi prioritas karena memiliki permintaan tenaga kerja tertinggi di pasar internasional.
“Peserta dibekali keahlian teknis, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya negara tujuan. Kurikulum dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan nyata di pasar kerja global,” kata Benyamin.
Pemkot Siapkan Regulasi dan Website Pendaftaran
Pemkot Tangsel melalui Tim Kerja Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pekerja Migran (PKP2M) Dinas Ketenagakerjaan telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap tiga perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang legal dan berkantor di Tangsel. Sosialisasi program telah menjangkau seluruh 78 kelurahan di kota tersebut.
Selain itu, website khusus pendaftaran tengah disiapkan agar calon pekerja migran dapat memilih perusahaan penempatan secara mandiri dan transparan. Pemerintah juga tengah menyusun regulasi daerah untuk memfasilitasi dukungan pembiayaan medical check-up bagi calon pekerja migran.
Program ini diperkuat melalui nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dalam membangun jejaring kelas industri bersama sejumlah SMK.
Pengawasan dari Hulu ke Hilir untuk Cegah TPPO
Benyamin menambahkan, sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi fondasi penting agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global. “Ini adalah wujud nyata link and match antara dunia pendidikan dengan industri global,” tegasnya.
Pemkot Tangsel berkomitmen mengawal proses ini dari hulu hingga hilir, mulai dari pelatihan, pemberangkatan, hingga pengawasan saat bekerja di luar negeri. Langkah ini sebagai upaya melindungi warga Tangsel dari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun penipuan tenaga kerja.