Pencarian

BYD Atto 1 dan Wuling Air EV Masuk Daftar Mobil Listrik Rp 200 Jutaan, Jarak Tempuh Tembus 300 Km

Kamis, 16 Juli 2026 • 02:11:01 WIB
BYD Atto 1 dan Wuling Air EV Masuk Daftar Mobil Listrik Rp 200 Jutaan, Jarak Tempuh Tembus 300 Km
BYD Atto 1 Premium Long Range dan Wuling Air EV Pro Long Range masuk dalam daftar mobil listrik seharga Rp 200 jutaan dengan jarak tempuh hingga 300 kilometer.

BANTEN — Kebutuhan akan mobil listrik yang tidak hanya murah tetapi juga punya jangkauan tempuh jauh terus meningkat di Indonesia. Dari sejumlah pilihan yang beredar, dua model dari BYD dan Wuling muncul sebagai kandidat kuat di segmen harga Rp 200 jutaan, dengan klaim jarak tempuh mencapai 300 kilometer lebih.

BYD Atto 1 Premium Long Range: Jarak Tempuh 380 Km di Atas Kertas

BYD Atto 1 Premium Long Range dibanderol sekitar Rp 235 jutaan. Model ini mengandalkan baterai LFP (Lithium Ferro-Phosphate) berkapasitas 38,88 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 380 km dalam kondisi penuh.

Tenaga yang dihasilkan mencapai 75 PS. Untuk urusan hiburan, tersedia layar sentuh 10,1 inci yang sudah mendukung Apple CarPlay, Android Auto, dan fitur voice command. Interiornya mengusung nuansa modern yang bersaing dengan mobil konvensional di kelasnya.

Wuling Air EV Pro Long Range: Kompak untuk Macet, Baterai 26,7 kWh

Pilihan kedua datang dari Wuling Air EV Pro Long Range yang dibanderol sekitar Rp 252 jutaan. Mobil ini menggunakan baterai LFP berkapasitas 26,7 kWh dengan motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous (PMSM).

Jarak tempuh yang dijanjikan mencapai 300 km. Ukuran bodinya yang ringkas—2.974 mm x 1.505 mm x 1.631 mm—membuatnya sangat lincah untuk bermanuver di jalanan perkotaan yang padat. Desain ini jelas menyasar pengguna yang prioritas utamanya adalah mobilitas harian di dalam kota.

Dua Pendekatan Berbeda di Kelas Harga yang Saling Berdekatan

Meski sama-sama berada di kisaran Rp 200-250 jutaan, BYD Atto 1 dan Wuling Air EV menawarkan filosofi yang berbeda. BYD unggul dari segi jarak tempuh dan kelengkapan fitur hiburan, sementara Wuling mengandalkan kepraktisan dimensi yang pas untuk parkir dan lalu lintas padat.

Keduanya sama-sama menggunakan baterai LFP yang dikenal lebih stabil secara termal dan memiliki siklus hidup lebih panjang dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Faktor ini penting bagi konsumen Indonesia yang mulai mempertimbangkan biaya perawatan jangka panjang kendaraan listrik.

Dengan harga yang mulai mendekati mobil konvensional entry-level, dua model ini bisa menjadi pertimbangan serius bagi mereka yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek di atas Rp 300 juta.

Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks