TANGERANG — Kompetisi sepak bola usia muda di Kota Tangerang memasuki babak baru. Liga PSSI Soeratin Piala Wali Kota Tangerang 2026 untuk kelompok umur resmi berakhir, meninggalkan jejak tidak hanya berupa piala, tetapi juga deretan talenta muda yang siap bersaing di level provinsi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang, Kaonang, menyebut kompetisi yang digelar di Stadion Benteng Reborn ini sukses melahirkan ratusan pemain muda potensial. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua tim yang telah berpartisipasi. Ada ratusan pemain muda yang merumput unjuk bakat di liga ini,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Tiga Kategori Juara: Dari U-13 hingga U-17
Setelah melalui persaingan ketat, tiga SSB keluar sebagai juara di masing-masing kategori. SSB Jawara Familly Soccer U-13 Cipondoh, Bintang Kota Junior U-15, dan Salfas Soccer U-17 berhasil membawa pulang gelar juara.
Kaonang menambahkan, pihaknya berharap dari ratusan pemain yang tampil di liga ini bisa lahir talenta terbaik. “Mereka bisa berprestasi bahkan menjadi pemain profesional di sepak bola nasional nanti,” katanya.
Jalur ke Piala Soeratin Banten dan Persikota
Ketua Harian PSSI Kota Tangerang, Mahdiar, menegaskan bahwa para juara tidak berhenti di sini. Tim U-13 dan U-15 akan dikirim untuk bersaing di Piala Soeratin Provinsi Banten. Sementara untuk kategori U-17, Persikota Tangerang yang akan mewakili kota dengan skuad yang diambil dari beberapa pemain tim juara U-17.
“Juara liga ini khususnya U-13 dan U-15 akan dikirimkan untuk bersaing lebih jauh di Piala Soeratin Banten mendatang. Sedangkan untuk U-17 akan diwakili Persikota Tangerang yang skuadnya diambil dari beberapa pemain dari tim juara U-17 untuk mengisi sejumlah lini yang dibutuhkan,” jelas Mahdiar.
Beasiswa dan Kuliah Gratis untuk Pemain Berprestasi
Pemerintah Kota Tangerang tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan turnamen. Komitmen pembinaan usia muda diperkuat dengan jaminan beasiswa hingga kuliah gratis bagi para pesepak bola berprestasi di kota ini. Program ini diharapkan menjadi daya tarik bagi pemain muda untuk terus mengembangkan bakat tanpa mengabaikan pendidikan.