JAKARTA — Program Badak Hitam milik PLN UID Banten tidak hanya sekadar proyek sosial biasa. Dalam enam bulan terakhir, inisiatif ini berhasil mengubah lahan tidur menjadi ekosistem pangan terpadu yang produktif dan rendah karbon. Atas capaian itu, program ini dianugerahi Lestari Award 2026 kategori Innovative Partnership.
Kolaborasi Lintas Sektor yang Terbukti Efektif
Penghargaan ini menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan program. PLN UID Banten menggandeng TNI, Laskar Santri Nusantara, koperasi, dan masyarakat setempat untuk mengelola lahan. Model yang dikembangkan mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan listrik produktif dalam satu kesatuan ekosistem.
Penilaian Lestari Awards 2026 sendiri melibatkan 12 juri eksternal dari pemerintah, akademisi, praktisi, dan organisasi non-pemerintah. Hal ini menjadikan capaian PLN UID Banten sebagai validasi kredibel di mata para ahli di bidang keberlanjutan.
Hasil Nyata: 42 Ekor Ternak hingga 75 Ton Kompos
Dalam periode enam bulan implementasi, program Badak Hitam menunjukkan hasil yang konkret. Sebanyak 42 ekor ternak produktif telah dikelola, 5.000 bibit ikan nila dan patin dibudidayakan, serta sekitar 75 ton kompos organik berhasil diproduksi setiap dua bulan dari sistem pengelolaan limbah terpadu.
Dampak sosialnya pun terasa. Para santri yang awalnya hanya menjadi peserta pelatihan kini bertransformasi menjadi tenaga kerja tetap bergaji. Mereka didukung oleh pekerja harian dan kelompok karya bakti yang berkembang menjadi agripreneur mandiri.
Listrik sebagai Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan
General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, menyebut penghargaan ini menjadi pelecut semangat untuk terus memperluas kolaborasi lintas sektor. "Badak Hitam membuktikan bahwa listrik menjadi penggerak ekonomi dan ketahanan pangan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Tonny menambahkan bahwa sinergi dengan TNI dan Laskar Santri Nusantara menghadirkan energi gotong royong di lapangan, sementara koperasi memastikan hasil program dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat. "Melihat lahan yang semula tidak produktif kini berhasil menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan bagi masyarakat adalah bukti kolaborasi semua pihak," tambahnya.
Mendukung Target Net Zero Emissions 2060
Melalui Badak Hitam, PLN UID Banten juga menegaskan komitmennya terhadap target Net Zero Emissions 2060. Program ini menjawab dua agenda prioritas nasional sekaligus: ketahanan pangan dan transisi energi rendah karbon. Pendekatan terpadu yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Harapan ke depan, ekosistem Badak Hitam dapat terus tumbuh mandiri. "Listrik menjadi awal dari banyak hal baik," kata Tonny, sembari menekankan bahwa elektrifikasi mampu menjadi pengungkit pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.