TANGSEL — PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang Mill, bagian dari APP Group, memberikan pelatihan pembuatan eco enzyme kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan di Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini dirancang untuk menekan volume sampah organik rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung Program Kampung Iklim (ProKlim) dan Komunitas Iklim yang dijalankan bersama Kementerian Lingkungan Hidup serta Dinas Lingkungan Hidup setempat.
Eco Enzyme Lolos Standar Dibeli Rp30 Ribu per Liter
Head of CSR PT IKPP Tangerang Mill, Lily Yulianingsih, mengatakan program ini tidak hanya berhenti pada edukasi pengelolaan sampah. Pihaknya menggandeng Be Cleanzy, produsen personal care yang memanfaatkan eco enzyme sebagai bahan baku produknya.
“Start-nya adalah untuk menyukseskan program Komunitas Iklim, yang merupakan bagian dari program Kementerian Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup,” kata Lily.
Eco enzyme yang dihasilkan para peserta akan melalui proses evaluasi selama sekitar tiga bulan. Penilaian dilakukan berdasarkan standar yang ditentukan, termasuk memastikan tidak terjadi pertumbuhan jamur pada cairan.
“Rp30.000 per liter itu akan dibeli oleh mereka bilamana hasil panen eco enzyme-nya sesuai dengan standar mereka,” ujarnya.
Perbandingan 1:3:10, Modal Dasar dari Dapur Rumah
Ketua KWT Kota Tangerang Selatan, Agustin, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, para anggota kini memahami komposisi dasar pembuatan eco enzyme dengan perbandingan 1:3:10, yakni satu bagian gula, tiga bagian kulit buah, dan sepuluh bagian air.
“Pelatihan pembuatan eco enzyme dari CSR PT Indah Kiat sangat luar biasa karena sangat membantu ibu-ibu KWT yang ada di Kota Tangerang Selatan untuk mengetahui lebih dalam lagi,” ujar Agustin.
Pengetahuan ini diharapkan bisa diterapkan di rumah masing-masing dan disebarluaskan ke lingkungan sekitar. “Dengan edukasi ini, ibu-ibu KWT bisa mencontohkan di lingkungannya untuk mengurangi sampah dan bahan kimia di rumah tangga,” tambahnya.
Target Perluasan ke Bank Sampah se-Tangsel
PT IKPP Tangerang Mill berencana memperluas jangkauan pelatihan ini. Lily menyebut pihaknya mendapat arahan dari Dinas Lingkungan Hidup untuk mengundang lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk jaringan bank sampah di wilayah Tangerang Selatan.
“Arahan dari DLH, coba undang lebih luas lagi untuk wilayah se-Tangsel. Nanti kita akan coba untuk gulirkan di bank sampah juga,” ungkapnya.
Perluasan program ini diharapkan memperkuat pengurangan sampah organik dari sumbernya. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat dinilai menjadi kunci agar pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi nyata bagi warga.