Pencarian

BBPVP Serang Alokasikan 60 Persen Anggaran untuk Warga Banten, 70-80 Persen Peserta Pelatihan Vokasi dari Daerah Setempat

Selasa, 01 September 2026 • 17:03:02 WIB
BBPVP Serang Alokasikan 60 Persen Anggaran untuk Warga Banten, 70-80 Persen Peserta Pelatihan Vokasi dari Daerah Setempat
BBPVP Serang mengalokasikan 60 persen anggaran pelatihan vokasi untuk warga Banten guna menekan tingkat pengangguran terbuka yang tinggi.

SERANG — Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banten yang tinggi menjadi alasan utama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang memprioritaskan warga lokal dalam program pelatihan yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Sekitar 60 persen anggaran pelatihan dialokasikan untuk wilayah Banten, sementara sisanya diperuntukkan bagi daerah lain seperti Lampung dan Sumatera Selatan.

Prioritas untuk Daerah dengan TPT Tinggi

Kepala BBPVP Serang, Ady Nugroho, menyatakan bahwa kebijakan ini diambil secara sadar karena kondisi ketenagakerjaan di Banten yang memprihatinkan. "Karena memang prioritas kita, karena TPT Banten termasuk tertinggi. Makanya kita memberikan kesempatan," kata Ady di Serang, Selasa (1/9/2026).

Prioritas ini tidak hanya menyasar pencari kerja di bidang formal. Program pelatihan juga terbuka untuk sektor-sektor yang memiliki peluang usaha, seperti perikanan, pertanian, ketahanan pangan, hingga mendukung kebutuhan tenaga kerja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)."Programnya hampir semua. Tidak cuma tenaga kerja. Misalnya perikanan bisa, pertanian bisa, ketahanan pangan bisa, Koperasi Desa Merah Putih, MBG bisa. Pokoknya semuanya bisa yang penting bisa kerja," jelasnya.

Jenis Kejuruan dan Prospek Kerja

Untuk Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4, BBPVP Serang menampung sekitar 491 peserta. Mayoritas dari mereka adalah lulusan SMA/SMK asal Banten. Sementara itu, kelas khusus non-batch dibuka lebih luas tanpa batasan kuota regional, disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis pelatihan.

BBPVP Serang memiliki sejumlah kejuruan dengan prospek kerja tinggi, terutama pengelasan dan kelistrikan. Bahkan, balai ini menjadi satu dari sedikit tempat pelatihan di Indonesia yang menyediakan program las bawah air dan pengelasan posisi 6GR, yang dikenal sebagai salah satu tingkat pengelasan paling sulit. Ke depan, pelatihan energi terbarukan juga mulai dikembangkan.

Tingkat Kebekerjaan dan Jaringan dengan Industri

Orientasi pelatihan tidak berhenti pada pemberian keterampilan. Ada target nyata: lulusan terserap dunia kerja atau berwirausaha. Ady mengungkapkan, tingkat kebekerjaan peserta pelatihan saat ini berada di kisaran 40 hingga 50 persen. Data tersebut dipantau secara by name by address agar perkembangan lulusan bisa ditelusuri.

Beberapa lulusan bahkan telah dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri, termasuk ke Jerman. Untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja, BBPVP Serang menggandeng industri melalui Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri (FKLPID) serta platform Karirhub Kemnaker. "Setiap lowongan itu kita tarik dulu, baru kita latih. Nah, tadi yang dibilang Pak Menteri, demand-driven," ungkap Ady.

Apa Upaya untuk Perempuan dan Sektor Pariwisata?

Menyadari minimnya peserta perempuan di kejuruan teknik, BBPVP Serang berencana menambah fasilitas workshop di bidang pariwisata, garmen, dan TIK. Langkah ini juga untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

"Insyaallah kita tambah supaya kita bisa melayani masyarakat, khususnya di bidang pariwisata untuk KEK Tanjung Lesung," tuturnya. Masyarakat juga dapat mengajukan kebutuhan pelatihan berbasis potensi wilayah, sepanjang memiliki tujuan produktif dan mendukung kewirausahaan.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: faktabanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks