Pencarian

Penutupan Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 23.59 WIB, 341.000 Penumpang Terdampak Abu Vulkanik

Selasa, 08 September 2026 • 02:21:01 WIB
Penutupan Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 23.59 WIB, 341.000 Penumpang Terdampak Abu Vulkanik
Penutupan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

AirNav Indonesia kembali memperpanjang penutupan sementara penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Perpanjangan ini berdampak pada 341.000 penumpang yang terpaksa membatalkan penerbangannya di sejumlah bandara.

TANGERANG — Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali memaksa perpanjangan penutupan ruang udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mengonfirmasi penutupan berlanjut hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB.

Kebijakan ini tertuang dalam pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) A3387/26 yang menggantikan NOTAM A3373/26. Sebelumnya, penutupan diestimasi hanya berlangsung hingga pukul 18.00 WIB pada hari yang sama.

Dua Ribu Lebih Penerbangan Batal Beroperasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merinci dampak penutupan ini. Sebanyak 2.961 penerbangan terganggu selama tiga hari terakhir, terdiri dari 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional.

"Terdapat 341.000 penumpang yang terdampak di bandara-bandara yang harus membatalkan penerbangannya," kata AHY dalam pernyataannya.

Penutupan operasional bandara saat ini tidak hanya terjadi di Soekarno-Hatta. Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta juga masih ditutup, begitu pula Bandara Radin Inten, Bandara Taufiq Kiemas, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, serta Pondok Cabe.

Lima Bandara Pengalihan Beroperasi 24 Jam

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pemerintah menyiapkan lima bandara pengalihan yang beroperasi penuh. Kelima bandara tersebut adalah Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, Ahmad Yani di Semarang, Adi Soemarmo di Surakarta, YIA di Yogyakarta, Kulon Progo, dan Juanda di Surabaya.

"Kelima ini operasional 24 jam per hari ini," ujar AHY.

Langkah Mitigasi AirNav Indonesia

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menjelaskan bahwa penyesuaian periode penutupan merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan. Hal ini mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih dinamis.

"Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," ucap Hermana.

AirNav Indonesia disebut masih terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi tersampaikan secara tepat waktu. Pihaknya juga akan memantau perkembangan sebaran abu vulkanik secara berkelanjutan.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks