BANTEN — Angka korban tewas itu naik dari laporan sebelumnya yang mencatat 1.344 jiwa berdasarkan data kantor berita Xinhua. Pusat krisis di Kathmandu menyebut operasi pencarian masih berjalan di tengah medan yang terisolasi akibat tanah longsor susulan.
Bencana ini dipicu penyusutan gletser di kawasan pegunungan Himalaya. Material longsor dalam volume besar kemudian terdorong ke aliran Sungai Bhotekoshi, menciptakan air bah dengan debit ekstrem yang menyapu permukiman di jalurnya.
Kronologi Bencana dan Eskalasi Korban di Perbatasan Nepal-Tiongkok
Banjir bandang kali pertama menerjang Rabu (26/8) pagi. Air bah menghancurkan desa-desa di wilayah utara Nepal yang berbatasan langsung dengan Tiongkok, meratakan bangunan dan infrastruktur dalam hitungan jam.
Skala dampaknya meluas seiring waktu. Pada Kamis (3/9), jumlah korban tewas tercatat 1.280 orang dengan 5.620 warga hilang. Enam hari berselang, angka kematian bertambah 75 jiwa sementara jumlah orang hilang turun menjadi 4.996—menandakan sebagian korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal.
Ribuan Warga Asing dan Warga Lokal Masih dalam Proses Pencarian
Kementerian Luar Negeri Nepal, Senin (31/8), melaporkan sekitar 590 warga negara asing ikut hilang dalam peristiwa ini. Sebagian besar merupakan pendaki dan pekerja proyek infrastruktur yang berada di kawasan terdampak saat bencana terjadi.
Tim penyelamat gabungan militer dan sipil dikerahkan ke sejumlah titik yang sebelumnya terputus aksesnya. Evakuasi dua pekerja pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang selamat setelah sembilan hari terjebak di terowongan menjadi satu-satunya kabar baik di tengah meluasnya duka.
Dampak Longsor dan Tantangan Evakuasi di Medan Berat
Tanah longsor yang menyertai banjir menutup ruas jalan utama menuju perbatasan. Alat berat tidak bisa menjangkau lokasi terdampak, memaksa tim penyelamat bekerja manual menggunakan peralatan sederhana dan helikopter untuk daerah yang lebih tinggi.
Otoritas Nepal belum menetapkan batas waktu pencarian. Mereka memprioritaskan pemulihan korban di lembah Sungai Bhotekoshi yang menjadi titik terparah, sekaligus membangun jalur logistik darurat untuk menyalurkan bantuan ke ribuan pengungsi.