SERANG — Gubernur Banten Andra Soni resmi memperpanjang masa belajar dari rumah bagi pelajar tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) di seluruh Provinsi Banten. Perpanjangan masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) itu berlaku hingga Jumat (11/9/2026).
Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi dan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026). Keputusan ini merupakan respons atas kualitas udara yang masih terpapar abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Lonjakan Kasus ISPA di Banten Capai 4.500
Andra menyoroti peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu abu vulkanik. Dalam kondisi normal, kasus ISPA di Banten berkisar di angka 2.000 kasus. Namun, berdasarkan laporan lapangan terbaru, jumlahnya melonjak drastis hingga sekitar 4.500 kasus.
“Erupsi hari ini memang sudah menurun. Namun, berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang mendekati lokasi dalam radius 3 kilometer dan diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ungkap Andra Soni dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Status Siaga Level III dan Radius Bahaya 3 Kilometer
Gunung Anak Krakatau sendiri berstatus Siaga (Level III) sejak 2 Juli 2026. Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata, mengonfirmasi erupsi bertipe strombolian masih terjadi dan berpotensi melontarkan material hingga jarak lebih dari dua kilometer.
“Selain abu vulkanik, erupsi ini juga melontarkan batuan. Karena itu, kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas warga dalam radius 3 kilometer. Kepada wisatawan atau siapa pun, saya imbau untuk tetap menjauh dari radius bahaya,” tegas Nugraha.
Pemerintah Provinsi Banten memastikan pemantauan terus dilakukan. “Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini, gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” tambah Andra.
Tinjau Langsung Pembersihan SMKN 1 Cinangka
Usai memimpin rapat, Andra Soni langsung meninjau kondisi SMKN 1 Cinangka, Kabupaten Serang. Di lokasi, petugas tampak tengah melakukan pembersihan debu vulkanik dari area sekolah menggunakan teknik pembasahan.
Rapat koordinasi itu turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten M. Lutfi, Kepala Dinas Kesehatan Ati Pramudji Hastuti, serta jajaran pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Banten lainnya. Perpanjangan PJJ ini dinilai krusial untuk menjaga kesehatan para siswa sebagai generasi penerus di tengah ancaman abu vulkanik yang masih berlangsung.