Pencarian

Penjualan Mobil Nasional Naik 20,1 Persen, BYD Tembus Peringkat Lima Besar

Rabu, 09 September 2026 • 10:21:01 WIB
Penjualan Mobil Nasional Naik 20,1 Persen, BYD Tembus Peringkat Lima Besar
Penjualan mobil nasional periode Januari–Agustus 2026 mencapai 599.491 unit, naik 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BANTEN — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi mobil dari pabrikan ke dealer sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 599.491 unit. Realisasi ini meningkat 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 499.315 unit.

Pertumbuhan serupa juga terjadi di lini ritel. Penjualan dari dealer ke konsumen mencapai 594.984 unit, naik 13,9 persen dari 522.160 unit pada periode yang sama di 2025.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto optimistis target penjualan nasional 850.000 unit hingga akhir tahun masih bisa tercapai. "Kami optimis, proyeksi penjualan mobil 850.000 unit untuk tahun 2026 bisa tercapai," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (8/9/2026).

BYD Melesat, Honda Tergusur dari Papan Atas

Peta persaingan merek mengalami perubahan besar. Produsen asal China, BYD, mencatatkan wholesales 37.696 unit dan langsung menempati peringkat kelima nasional. Pencapaian ini sekaligus menggeser Honda yang harus puas di posisi ketujuh dengan distribusi 26.437 unit.

Posisi BYD tepat berada di bawah Mitsubishi Motors yang membukukan 43.753 unit. Selisih keduanya hanya sekitar 6.000 unit, membuat persaingan di papan tengah diprediksi semakin sengit hingga akhir tahun.

Daftar 10 Merek Terlaris Januari–Agustus 2026

Berikut data wholesales dari Gaikindo untuk periode Januari hingga Agustus 2026:

  • Toyota: 175.931 unit
  • Daihatsu: 100.884 unit
  • Suzuki: 47.908 unit
  • Mitsubishi Motors: 43.753 unit
  • BYD: 37.696 unit
  • Mitsubishi Fuso: 27.386 unit
  • Honda: 26.437 unit
  • Jaecoo: 23.834 unit
  • Isuzu: 19.820 unit
  • Hino: 16.971 unit

Pabrik Subang Jadi Kunci Perlawanan BYD ke Para Pemain Lama

Lonjakan penjualan BYD tidak lepas dari rencana ekspansi produksi lokal. Pabrik anyar di Subang, Jawa Barat, tengah dibangun di atas lahan 126 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 kendaraan per tahun. Nilai investasinya diperkirakan menembus Rp 11,2 triliun untuk fasilitas manufaktur, dan jika ditambah pusat distribusi serta infrastruktur pendukung, totalnya mencapai sekitar Rp 16 triliun.

Kehadiran pabrik ini akan mengubah strategi BYD di pasar Indonesia. Ketergantungan terhadap impor kendaraan utuh (CBU) diharapkan berkurang secara bertahap begitu pabrik beroperasi. Dalam jangka panjang, fasilitas Subang juga disiapkan menjadi basis produksi untuk aktivitas ekspor.

Toyota masih perkasa di puncak dengan selisih jauh meninggalkan pesaing terdekatnya. Namun tren pertumbuhan BYD yang agresif membuat peta pasar otomotif nasional dipastikan berbeda dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: m.halloriau.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks