Pencarian

First Impression Samsung Galaxy S26 FE: Ramping 7,4 mm, Exynos 2500

Kamis, 17 September 2026 • 20:37:01 WIB
First Impression Samsung Galaxy S26 FE: Ramping 7,4 mm, Exynos 2500

BANTEN — Kesan pertama memegang Samsung Galaxy S26 FE langsung terasa dari bodinya yang hanya 7,4 mm, jauh dari kesan perangkat Fan Edition yang biasanya dikorbankan. Samsung resmi meluncurkan ponsel ini di Indonesia sebagai alternatif flagship dengan layar 6,7 inci Dynamic AMOLED 2X 120Hz dan chipset Exynos 2500, menyasar pengguna yang ingin fitur khas Galaxy S tanpa membayar harga model tertinggi. Sejumlah hal sudah terasa sejak perangkat dinyalakan, meski pengujian mendalam belum dilakukan.

JawaPos.com mendapat kesempatan melakukan hands-on singkat terhadap Galaxy S26 FE tepat setelah peluncurannya di Indonesia. Durasi pemakaian belum sampai tahap pengujian menyeluruh, jadi catatan berikut masih berupa kesan awal, bukan verdict final. Beberapa aspek sudah cukup terasa sejak perangkat dinyalakan, mulai dari respons layar, karakter bodi, sampai performa chipset baru.

Bodi 7,4 mm dengan Kaca Gorilla Glass Victus+ dan Frame Aluminium

Ketebalan 7,4 mm jadi angka paling menonjol begitu perangkat dipegang. Ukuran layar 6,7 inci tergolong besar, tetapi bodi ramping membuatnya tidak terasa tebal di genggaman.

Bagian punggung memakai Corning Gorilla Glass Victus+, dipadukan frame aluminium. Kombinasi material ini memberi kesan kokoh sekaligus tetap premium, tidak seperti perangkat kelas menengah yang biasanya memakai polycarbonate. Perlu diuji lebih lama untuk memastikan ketahanan terhadap baret dan sidik jari di pemakaian harian.

Tiga Pilihan Warna: Pistachio, Blueberry, dan Graphite

  • Pistachio — hijau pastel dengan karakter lebih playful
  • Blueberry — nuansa biru yang tampil lebih kalem
  • Graphite — pilihan paling aman, tidak menarik perhatian berlebih

Dari ketiganya, pendekatan warna Galaxy S26 FE terasa cukup berbeda dari flagship Samsung yang biasanya bermain di zona aman. Ini salah satu titik di mana lini FE mencoba membangun identitas sendiri.

Layar Dynamic AMOLED 2X 6,7 Inci, 120Hz, Klaim 1.900 Nits

Refresh rate 120Hz langsung terasa begitu masuk ke antarmuka. Perpindahan antar-menu, scrolling, dan membuka aplikasi berjalan mulus. Fitur ini bukan hal baru di kelas premium, tetapi kehadirannya di lini FE tetap relevan untuk pengalaman visual harian.

Panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ 1080 x 2340 piksel. Samsung mengklaim kecerahan puncaknya mencapai 1.900 nits, angka yang perlu diverifikasi lewat pengujian di bawah sinar matahari langsung. Untuk multimedia, ukuran layar yang lega terasa pas. Menonton video lebih imersif, dan ruang untuk bermain game juga memadai.

Exynos 2500 Jadi Perubahan Penting Generasi Ini

Chipset Exynos 2500 disebut sebagai salah satu perubahan signifikan pada Galaxy S26 FE. Dari pemakaian singkat, performa terasa responsif, tetapi belum cukup untuk menilai stabilitas di beban berat atau thermal throttling. Pengujian benchmark dan gaming jangka panjang masih diperlukan sebelum bisa menyimpulkan kemampuan sebenarnya.

Yang Masih Perlu Diuji Lebih Lanjut

Sejumlah aspek belum bisa dinilai dari sesi hands-on singkat. Konsumsi baterai real-world, kualitas kamera di berbagai kondisi cahaya, ketahanan bodi terhadap pemakaian harian, serta perilaku termal saat gaming intensif semuanya butuh waktu pengujian lebih panjang.

Harga resmi dan varian yang tersedia di Indonesia juga belum jadi fokus dalam sesi ini. Pembaca yang mempertimbangkan perangkat di kelas ini sebaiknya menunggu hasil review penuh sebelum memutuskan.

Kesan Awal: Formula FE yang Mulai Terlihat

Samsung membawa Galaxy S26 FE sebagai alternatif bagi pengguna yang ingin merasakan fitur khas lini flagship tanpa harus naik ke model Galaxy S tertinggi. Dari pemakaian singkat, formula tersebut mulai terlihat lewat kombinasi bodi ramping, material premium, layar 120Hz, dan chipset generasi terbaru.

Catatan yang perlu diingat: ini masih first impression. Klaim kecerahan 1.900 nits, performa Exynos 2500, dan daya tahan baterai belum terverifikasi lewat pengujian independen. Verdict final menunggu review mendalam.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks