Pencarian

Indonesia Bawa 5 Emas Asian Games 2026, Erick Thohir Siapkan Evaluasi Cabor

Rabu, 07 Oktober 2026 • 10:38:30 WIB
Indonesia Bawa 5 Emas Asian Games 2026, Erick Thohir Siapkan Evaluasi Cabor
Kontingen Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan lima medali emas.

BANTEN — Kontingen Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan lima medali emas, melewati target yang ditetapkan. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir menyebut capaian itu istimewa karena seluruh emas datang dari cabang yang dipertandingkan di Olimpiade, dan menyiapkan evaluasi plus reward-punishment bagi cabang yang gagal memenuhi target.

Lima emas Indonesia berasal dari empat cabang olahraga: bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Bulutangkis menyumbang dua emas lewat nomor beregu putra serta ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Rahmat Erwin Abdullah menambah emas dari angkat besi kelas 75 kilogram putra. Dua emas lain dipersembahkan Desak Made Rita Kusuma Dewi pada nomor speed putri panjat tebing dan Nurisa Dian Ashrifah dari nomor compound panahan.

Seluruh Emas dari Cabang Olimpiade

Bagi Erick, raihan itu punya bobot tersendiri. Seluruh cabang penyumbang emas Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 juga dipertandingkan di Olimpiade, sehingga hasilnya dianggap menjadi indikator kesiapan atlet menghadapi kompetisi level dunia.

"Ya, melebihi target. Dan saya senang medali-medali itu dikumpulkan dari cabang-cabang Olimpiade. Ada panahan, ada bulutangkis, angkat besi, lalu panjat tebing," kata Erick kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Jakarta Utara, Selasa (6/10/2026).

Dari empat cabang itu, angkat besi dan panjat tebing selama ini menjadi andalan Indonesia di kancah internasional. Panahan dan bulutangkis melengkapi peta kekuatan yang dinilai lebih merata dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Evaluasi dan Sanksi untuk Cabor yang Gagal

Meski target emas terlampaui, Erick tidak menutup mata pada cabang yang tidak mencapai sasaran. Ia menyiapkan evaluasi menyeluruh, termasuk pemberian reward bagi cabor berprestasi dan punishment bagi yang dinilai gagal.

Skema itu disebut berlaku untuk pengurus cabang maupun atlet. Tujuannya agar pembinaan tidak berhenti pada satu ajang, melainkan berkelanjutan menuju agenda olahraga berikutnya.

Evaluasi mencakup sejumlah aspek, mulai dari program pelatihan, dukungan fasilitas, hingga kesiapan atlet menghadapi tekanan pertandingan. Cabang yang gagal diharapkan membenahi diri sebelum kejuaraan berikutnya.

Jadi Modal Menuju Olimpiade

Posisi emas dari cabang Olimpiade membuat hasil Asian Games 2026 dinilai lebih dari sekadar catatan medali. Bagi atlet seperti Rahmat Erwin, Desak Made Rita, dan Nurisa Dian, ajang ini menjadi ujian langsung menghadapi rival dari negara lain di nomor yang sama.

Indonesia sendiri menargetkan peningkatan performa di Olimpiade mendatang. Capaian di Aichi-Nagoya dipandang sebagai pijakan untuk mengukur sejauh mana program pembinaan nasional berjalan, sekaligus menentukan cabang mana yang layak mendapat prioritas anggaran dan perhatian lebih besar.

Dengan lima emas, Indonesia menutup Asian Games 2026 dengan modal kepercayaan diri. Namun sorotan Erick pada cabor yang gagal menandakan bahwa ukuran keberhasilan tidak berhenti pada jumlah medali, melainkan pada konsistensi prestasi di semua cabang yang dipertandingkan.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks