Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) kembali melanjutkan evakuasi terhadap Deni, warga yang tertimbun material longsor dinding sumur sedalam sekitar 15 meter di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Operasi hari kedua dilakukan Senin (12/10) setelah pada hari pertama tim berhasil mengangkat puing material dan memperkuat dinding sumur guna mencegah runtuhan susulan. Kepala Basarnas Banten Al Amrad menyatakan proses evakuasi masih berlangsung dan seluruh personel diminta mengutamakan keselamatan.
LEBAK — Upaya penyelamatan Deni, korban tertimbun longsor dinding sumur di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, memasuki hari kedua pada Senin (12/10). Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Lebak bersama Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten masih berjibaku di lokasi kejadian.
Korban tertimbun saat sedang melakukan penggalian sumur. Tanah dari dinding sumur yang runtuh menimbun Deni ketika ia bekerja di kedalaman sekitar 15 meter.
Penguatan Dinding Sumur Jadi Kunci Operasi Hari Pertama
Pada hari pertama operasi, tim SAR tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk menentukan langkah penanganan. Fokus awal diarahkan pada pengangkatan puing-puing material longsoran di area kejadian.
Tim juga melakukan penguatan atau shoring pada dinding sumur. Langkah itu disertai pembersihan sisa material longsoran untuk mengurangi risiko runtuhan susulan.
Setelah evaluasi dan penyusunan rencana penanganan, tim SAR kembali melanjutkan proses evakuasi korban. Keselamatan seluruh personel yang terlibat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahap operasi.
Kondisi Dinding Sumur Masih Berpotensi Longsor Susulan
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dinding sumur. Potensi longsor susulan masih menjadi kendala utama yang dihadapi tim di lapangan.
Sejauh ini, korban masih dalam proses evakuasi. Tim SAR terus berupaya maksimal agar proses evakuasi dapat berjalan aman dan lancar.
"Kami melanjutkan evakuasi korban tertimbun material longsor tanah hari kedua pada Senin (12/10)," kata Kepala Basarnas Banten Al Amrad.
Koordinasi SAR Gabungan di Lokasi Kejadian
Operasi di Malingping melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan yang berkoordinasi sejak hari pertama. Sinergi antarinstansi diperlukan karena medan di dalam sumur sempit dan berisiko tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi korban. Tim SAR memastikan proses evakuasi akan terus dilanjutkan dengan prosedur keselamatan yang ketat.