SERANG — Lima akademisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjalani prosesi pengukuhan guru besar yang dipimpin langsung Rektor Prof. Muhammad Ishom. Kelima profesor tersebut adalah Prof. Wazin, Prof. Eneng Muslihah, Prof. Nana Jumhana, Prof. Badrudin, dan Prof. Iin Ratna Sumirat.
Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Utama kampus, Kota Serang. Sejumlah tamu undangan hadir menyaksikan prosesi akademik tertinggi tersebut, termasuk Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.
Syarat Akademik yang Harus Dipenuhi Para Profesor Baru
Kelima guru besar dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan akademik tertinggi. Penilaian mencakup karya ilmiah bereputasi internasional, rekam jejak pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi keilmuan di bidang masing-masing.
Rumpun keilmuan yang diwakili para profesor baru ini cukup beragam. Mulai dari Hukum Islam, Tarbiyah, Ushuluddin, Dakwah, hingga Ekonomi Syariah dan Sains.
Wagub Banten: Warga Tak Perlu Lagi Kuliah ke Luar Daerah
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyaksikan langsung pengukuhan tersebut. Menurutnya, capaian ini membuktikan warga Banten tidak perlu lagi jauh-jauh kuliah ke luar daerah untuk mendapat pendidikan berkualitas.
"Baru saja dikukuhkan lima guru besar oleh Rektor. Ini tentu menambah deretan tenaga ahli yang ada di UIN Banten. Kualitasnya sekarang sudah sangat unggul," ujarnya usai acara.
Ia berharap kehadiran para guru besar baru ini tidak hanya meningkatkan akreditasi kampus. Dimyati juga ingin agar para profesor tersebut memberi dampak nyata bagi masyarakat melalui pengembangan pendidikan Islam yang rahmatan lil 'alamin.
"Semoga pencapaian ini mampu meningkatkan akreditasi dan integritas pendidikan di Banten. Ke depan, kualitas pendidikan kita diharapkan semakin adaptif, unggul, dan tangguh," tegasnya.
Target 60 Guru Besar dalam 4-5 Tahun ke Depan
Rektor UIN SMH Banten Prof. Muhammad Ishom mengaku bangga atas pengukuhan kelima akademisi tersebut. Dengan tambahan ini, total guru besar di UIN Banten kini berjumlah 32 orang.
Prof. Ishom menegaskan bahwa pengukuhan bukanlah akhir dari proses akademik. Ia justru menargetkan lonjakan jumlah guru besar dalam beberapa tahun mendatang.
"Target saya, dalam empat hingga lima tahun ke depan, UIN Banten harus memiliki 60 guru besar. Ini ikhtiar kita untuk memperkuat kontribusi kampus bagi Banten, bangsa dan negara. Mudah-mudahan dapat terealisasi," ungkapnya.
Posisi UIN SMH Banten di Peta Pendidikan Islam Provinsi
Penambahan lima guru besar memperkuat posisi UIN SMH Banten sebagai rujukan pendidikan Islam di Provinsi Banten. Kampus ini diharapkan semakin siap menjadi pusat kajian Islam moderat dan pusat riset unggulan.
Selain itu, jumlah profesor yang bertambah dinilai berdampak pada kesiapan kampus mencetak sumber daya manusia berkualitas. Lulusan UIN SMH Banten diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.