Pencarian

Ular Weling di Pameran Reptil Tangerang City Mall: Belang Hitam-Putih yang Menyimpan Racun Neurotoksin

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 15:31:32 WIB
Ular Weling di Pameran Reptil Tangerang City Mall: Belang Hitam-Putih yang Menyimpan Racun Neurotoksin
Pengunjung mengamati ular weling berbelang hitam-putih dalam penampungan kaca di pameran reptil Tangerang City Mall.

TANGERANG — Di sudut ruang pameran Tangerang City Mall, sejumlah pengunjung berkerumun di depan penampungan kaca berisi ular berbisa. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah ular weling dengan belang hitam-putih tersusun rapi dari kepala hingga ekor. Tampilannya tenang, tetapi bahaya di baliknya tidak bisa diremehkan.

Ular weling (Bungarus candidus) menjadi salah satu reptil yang ditampilkan komunitas penggiat reptil di Kota Tangerang. Alvin, penggiat yang hadir di lokasi, menilai ular ini kerap disalahpahami masyarakat. Mengenali weling tidak cukup hanya dengan mengagumi pola sisiknya.

Belang Hitam-Putih dan Kebiasaan Malam

Pola belang hitam-putih yang membentang di sepanjang tubuh membuat weling relatif mudah dikenali. Meski begitu, masyarakat tetap perlu berhati-hati saat mengidentifikasi ular di alam liar.

Ular ini aktif terutama pada malam hari atau nokturnal. Habitatnya meliputi persawahan, kawasan bervegetasi, hingga tempat yang berdekatan dengan permukiman. Pertemuan dengan manusia bisa terjadi tanpa disengaja saat ular mencari mangsa atau tempat berlindung.

"Karena itu, banyak pertemuan antara manusia dan ular weling terjadi secara tidak sengaja," ujar Alvin saat ditemui di lokasi pameran.

"Saat siang hari mereka cenderung diam dan tak menyerang, tapi jika terinjak atau merasa terdesak, reaksi pertahanan dirinya bisa terjadi sangat cepat," tambahnya.

Di alam liar, weling memangsa ular lain, kadal, katak, dan hewan kecil. Perannya sebagai predator membantu menjaga keseimbangan populasi mangsa. Fungsi ekologis itu kerap luput dari perhatian karena masyarakat lebih dulu mengenalnya sebagai ular berbisa berbahaya.

Racun yang Melumpuhkan Saraf Pernapasan

Ancaman utama weling terletak pada bisa yang mengandung neurotoksin, racun yang mengganggu sistem saraf. Dampaknya menghambat kerja saraf pengendali otot, termasuk otot yang berperan dalam pernapasan.

Berbeda dari anggapan bahwa gigitan ular berbisa selalu menimbulkan sakit hebat dan pembengkakan, gigitan weling bisa saja tidak memperlihatkan gejala lokal mencolok pada awalnya. Kondisi ini membuat korban berisiko meremehkan kejadian, padahal efek racun dapat berkembang menjadi darurat medis.

"Racunnya melumpuhkan saraf yang mengatur gerak dan pernapasan," jelas Alvin.

"Gejalanya berkembang bertahap: kelopak mata terasa berat turun (ptosis), sulit berbicara dan menelan, hingga akhirnya kelumpuhan otot yang bisa mengakibatkan kegagalan paru-paru," imbuhnya.

Gejala keracunan dapat berkembang dalam hitungan jam. Seseorang yang diduga digigit weling harus segera mendapat pertolongan medis meski luka tampak kecil atau belum terasa sakit. Menunggu sampai gejala berat muncul justru mempersempit waktu penanganan.

Menyedot Bisa hingga Tourniquet Ketat: Tindakan yang Harus Dihindari

Kepanikan dan pertolongan pertama yang keliru dapat memperburuk keadaan. Alvin mengingatkan masyarakat agar tidak menangani luka dengan cara yang berisiko.

Menyedot bisa, mengiris luka, mengikat anggota tubuh dengan tourniquet secara ketat, atau memberikan kompres panas bukan tindakan yang dianjurkan. Cara-cara itu tidak dapat diandalkan untuk mengeluarkan racun dan berpotensi menimbulkan cedera tambahan.

Langkah yang lebih tepat adalah menenangkan korban, membatasi gerakan, dan menjaga bagian tubuh yang tergigit tetap diam. Lepaskan benda yang berpotensi menekan anggota tubuh bila terjadi pembengkakan, lalu segera cari pertolongan medis.

Jangan mencoba menangkap atau membunuh ular karena tindakan itu berisiko menimbulkan gigitan berikutnya. Jika memungkinkan, ingat ciri ular dari jarak aman atau dokumentasikan dengan kamera tanpa mendekat. Informasi tersebut membantu tenaga medis, tetapi jangan menunda keberangkatan ke fasilitas kesehatan demi mengambil gambar.

Penanganan di rumah sakit ditentukan kondisi korban dan penilaian tenaga medis. Pada kasus keracunan yang memerlukan antivenom atau serum antibisa, pemberiannya harus berdasarkan pertimbangan klinis. Dukungan pernapasan juga dapat dibutuhkan apabila racun telah mengganggu fungsi otot pernapasan.

Kenali, Beri Ruang, dan Ketahui Langkah Darurat

Pameran reptil di Tangerang City Mall bukan sekadar ruang memamerkan satwa eksotis. Kegiatan semacam ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami perilaku ular dan cara mengurangi risiko pertemuan berbahaya.

Alvin tidak mengajak pengunjung mendekat atau memelihara weling secara sembarangan. Pesan utamanya: kenali hewan tersebut, beri ruang, dan ketahui apa yang harus dilakukan jika berpapasan. Ketidaktahuan soal penanganan gigitan disebutnya sebagai risiko yang justru lebih besar.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jejakkata.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks