BANTEN — Pertumbuhan ekonomi Malaysia tercatat 5,3% pada kuartal III-2026, turun dari 6% di kuartal II-2026. Angka itu berada di batas atas rentang proyeksi pemerintah 4,8%-5,3%, ditopang manufaktur berorientasi ekspor dan konstruksi pusat data. Perlambatan ini jadi sinyal awal bagi investor yang memantau dampaknya ke pasar regional, termasuk Jakarta.
Departemen Statistik Malaysia melaporkan produk domestik bruto negara itu tumbuh 5,3% secara tahunan pada kuartal III-2026. Capaian tersebut lebih rendah dibanding kuartal II-2026 yang masih 6%, mengutip laporan CNA.
Meski melambat, angka itu sesuai dengan proyeksi pemerintah. Kuala Lumpur sebelumnya memperkirakan ekonomi kuartal III tumbuh di rentang 4,8% hingga 5,3%, sehingga realisasi 5,3% berada tepat di batas atas.
Manufaktur dan Jasa Jadi Penopang Utama
Sektor jasa mencatat pertumbuhan 5,4% dan manufaktur naik 7,5%. Keduanya menjadi motor utama, terutama karena industri manufaktur Malaysia masih berorientasi ekspor sehingga ikut menikmati permintaan luar negeri.
Konstruksi menambah tenaga dengan pertumbuhan 6%. Sebagian dorongan datang dari proyek pembangunan pusat data yang sedang berjalan di Malaysia.
Di sisi lain, sektor pertambangan terkontraksi 4,9% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pelemahan komoditas tambang menjadi penekan yang menahan laju pertumbuhan keseluruhan.
- Jasa: tumbuh 5,4%
- Manufaktur: tumbuh 7,5%
- Konstruksi: tumbuh 6%
- Pertambangan: turun 4,9%
Proyeksi 2027 di Kisaran 4,2%-5,2%
Pemerintah Malaysia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di rentang 4,2% hingga 5,2%. Rentang itu mencerminkan ekspektasi perlambatan bertahap, bukan penurunan tajam.
Bagi pelaku pasar, angka kuartal III ini menunjukkan ekonomi Malaysia masih tumbuh solid meski kehilangan momentum dari kuartal sebelumnya. Sektor manufaktur berorientasi ekspor dan konstruksi berbasis pusat data layak dicermati karena menjadi dua penopang paling menonjol.
Apa Artinya bagi Investor di Kawasan
Perlambatan dari 6% ke 5,3% tidak serta-merta mengubah gambaran pertumbuhan Malaysia. Namun arahnya memberi petunjuk bahwa puncak ekspansi kemungkinan sudah lewat, sejalan dengan proyeksi 2027 yang lebih rendah.
Untuk investor yang memegang aset di kawasan, kombinasi manufaktur ekspor yang kuat dan konstruksi pusat data menjadi dua tema yang masih punya tenaga. Sementara itu, sektor pertambangan yang turun 4,9% perlu diwaspadai karena masih menjadi beban.