PONDOK AREN — Penyelenggaraan Tangsel Otozone dinilai memberi nilai tambah bagi warga yang tengah mempertimbangkan membeli kendaraan. Achmad Dimyati Natakusumah menyebut pameran itu bukan sekadar ajang memamerkan produk otomotif, melainkan ruang edukasi soal model, harga, hingga pajak.
Menurut Dimyati, informasi semacam itu penting agar calon pembeli tidak salah pilih. Warga bisa menimbang kemampuan anggaran sebelum memutuskan kendaraan mana yang dibeli.
Diskon Kendaraan dan Pajak Jadi Daya Tarik Pameran
Selain edukasi, Tangsel Otozone menawarkan sejumlah program diskon untuk kendaraan maupun pajak. Dimyati menilai momentum itu layak dimanfaatkan warga yang sudah lama berencana membeli kendaraan.
Pameran di BXChange Mall, Bintaro, itu juga tidak hanya menyasar warga Tangerang Selatan. Pendatang dari daerah lain ikut datang memanfaatkan layanan yang tersedia.
"Ini sangat bagus untuk mengedukasi, menyampaikan informasi bagaimana spek, terus juga bagaimana model, dan juga bagaimana pajak, terus juga apalagi terkait dengan kendaraan itu sendiri, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan. Kemudian nanti mereka bisa mempertimbangkan beli yang mana, termasuk harganya," ujar Dimyati, Jumat (16/10).
Kolaborasi Pemerintah, Industri, Kepolisian, dan Media
Dimyati menegaskan, penyelenggaraan pameran otomotif tidak bisa jalan sendiri. Pemerintah daerah butuh dukungan pelaku industri kendaraan, masyarakat, kepolisian, hingga media massa.
Peran media disebutnya krusial agar program dan layanan pemerintah sampai ke warga. Tanpa pemberitaan, informasi soal kebijakan perpajakan berisiko tidak tersebar luas.
"Kolaborasi itu tidak hanya pemerintah, stakeholder yaitu industriawan kendaraan, terus masyarakatnya juga, lingkungan masyarakat, tambah lagi adalah kepolisian, dan media. Media seperti kalian ini penting untuk mensosialisasikan. Kalau tanpa media enggak sampai sasaran," tegasnya.
Tangsel Otozone digelar rutin setiap tahun. Dimyati berharap konsistensi itu dipertahankan dan pola kolaborasinya direplikasi daerah lain di Banten.
Gerai Pajak Daerah hingga Samsat di Lokasi Pameran
Kepala Bapenda Kota Tangsel Eki Herdiana menjelaskan, Tangsel Otozone lahir dari kerja sama Bapenda Tangsel dan Bapenda Provinsi Banten. Tujuannya mendekatkan layanan perpajakan ke masyarakat.
Di lokasi pameran, Bapenda Tangsel membuka gerai pembayaran pajak hotel, restoran, hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bapenda Provinsi Banten menghadirkan layanan Samsat untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
"Ini adalah bentuk kolaborasi kami, Bapenda Kota Tangerang Selatan dengan Bapenda Provinsi Banten," kata Eki.
Layanan serupa juga disiapkan di luar lokasi pameran. Warga bisa membayar PKB dan BBNKB di Samsat Ciputat, kawasan Pondok Aren, serta di Gedung Perpustakaan Kota Tangsel yang berdekatan dengan Samsat Serpong.
Pembayaran Pajak Lewat QRIS
Tangsel Otozone turut mendorong digitalisasi transaksi perpajakan daerah. Pembayaran dapat dilakukan lewat kode QR atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Pemanfaatan QRIS diharapkan mempercepat proses pembayaran sekaligus membuat transaksi lebih transparan. Warga pun punya lebih banyak pilihan cara memenuhi kewajiban pajaknya.