CILEGON — Tim Ubrug Cilegon akan berada sepekan di Pakistan untuk mengikuti festival teater yang digelar di Alhamra Arts Council, The Mall, Lahore. Dukungan yang mengalir ke tim kesenian tradisional tersebut mencakup akomodasi tiket pesawat, tambahan uang saku, hingga pengawalan persiapan keberangkatan.
Fajar Hadi Prabowo turut menjembatani komunikasi antara tim dengan pengusaha Pakistan dan Kedutaan Besar Pakistan di Indonesia. Ia juga memberi masukan soal gagasan karya yang akan dipentaskan di forum internasional itu.
Dukungan Tanpa APBD dan Jalur Dana Indonesiana
Pembiayaan keberangkatan tim tidak membebani APBD Kota Cilegon. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia masuk melalui program Dana Indonesiana, sementara dukungan tambahan datang dari Wakil Wali Kota.
Skema tersebut membuat tim kesenian daerah bisa menembus panggung luar negeri tanpa menunggu alokasi anggaran daerah. Bagi kelompok seni tradisional, akses ke pendanaan pusat dan jejaring diplomatik sering jadi penentu apakah sebuah pertunjukan bisa berangkat atau tidak.
Apa yang Dibawa Ubrug Cilegon ke Lahore
Ubrug merupakan teater rakyat khas Banten yang memadukan lakon, musik, dan lawakan dalam bahasa Jawa Banten. Tim Cilegon akan tampil di festival yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketiga di Lahore.
Festival berlangsung 23-28 Oktober 2026, dengan Alhamra Arts Council sebagai venue utama. Tim berangkat dengan susunan pemain yang dipimpin Kang Roni.
Kang Roni: Membawa Nama Cilegon dan Indonesia
Kang Roni menilai dukungan Wakil Wali Kota sebagai langkah positif untuk memperkenalkan seni tradisional Ubrug ke kancah internasional.
"Sekaligus ini juga membawa nama baik Kota Cilegon dan Indonesia," ujarnya.
Setelah Lahore, perhatian publik Cilegon akan tertuju pada bagaimana tim ini memanfaatkan panggung internasional untuk membuka jalan bagi seni tradisional Banten di tingkat yang lebih luas.