BANTEN — Staf Ahli Bupati Purworejo Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. Hadi Pranoto, membuka secara resmi gelaran tersebut dengan pemukulan gong, mewakili Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti. Kehadiran Polisi Cilik (Pocil) dari SD Negeri 1 Kutoarjo menyemarakkan prosesi pembukaan yang dihadiri jajaran Forkopimcam, Forum UMKM Kabupaten Purworejo, serta mitra usaha tersebut.
Kepala Dinkukmp Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, yang juga bertindak sebagai ketua panitia, menjelaskan bahwa ajang tahunan ini sengaja dirancang berpindah lokasi dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Kutoarjo dipilih sebagai tuan rumah tahun ini dengan tujuan pemerataan promosi potensi ekonomi lokal.
Festival ini menjangkau kebutuhan mendasar pelaku usaha. Di lokasi, tersedia layanan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pengurusan perizinan, hingga proses sertifikasi halal yang langsung menyentuh operasional bisnis.
Pelaku UMKM juga mendapat peluang memperluas jaringan melalui sesi business matching. Akses kemitraan dengan ritel modern dan pemodal dibuka lebar, menjadikan festival ini ruang transaksi nyata, bukan sekadar pameran produk.
Rangkaian acara dirancang padat, mencakup gelar produk unggulan, Innovative Start-up Talkshow & Creative Discussion, klinik konsultasi UMKM, serta Local Pride Competition & Creative Arena. Agenda hiburan seperti Harmony Local Pride Walk, pesta kuliner rakyat, dan pertunjukan seni turut dihadirkan untuk menarik kunjungan masyarakat.
Puncak kegiatan dijadwalkan pada Grebeg Gunungan yang melibatkan partisipasi 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo. Ini menjadi simbol kolaborasi ekonomi dan budaya antarwilayah.
Dalam sambutan yang dibacakan Hadi Pranoto, Pemkab Purworejo menegaskan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah, pembuka lapangan kerja, dan ruang kreativitas masyarakat. Pesan "Tresno Purworejo, Larisi Purworejo"—mencintai sekaligus membeli produk lokal—menjadi seruan kuat agar masyarakat tidak sekadar datang melihat, tetapi ikut membeli dan menggunakan produk buatan sendiri.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa UMKM bukan hanya tentang produk dan perdagangan, tetapi juga tentang kreativitas, budaya, dan potensi masyarakat yang perlu terus kita kembangkan," ujar Hadi Pranoto menyampaikan pesan Bupati.
Para pelaku usaha didorong meningkatkan kualitas produk, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan konsep yang mengombinasikan ekonomi, budaya, dan pemberdayaan, festival ini diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem UMKM dan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal, sehingga perputaran ekonomi tetap tumbuh di daerah.