SERANG — Pembukaan Harmony Speech Festival Berbasis Dalil Kitab Suci Lintas Agama di Kota Serang Tahun 2026 berlangsung meriah di Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu (19/8/2026). Acara yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang ini tidak hanya menghadirkan pidato kebangsaan, tetapi juga menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya sebagai medium penyampaian pesan kerukunan.
Kehadiran Gubernur Banten Andra Soni dan Wali Kota Serang Budi Rustandi dalam acara tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Perpaduan Budaya Tionghoa, Banten, hingga Debus dalam Satu Panggung
Rangkaian pembukaan festival menyuguhkan atraksi yang merepresentasikan keberagaman. Kesenian Barongsai khas Tionghoa tampil berdampingan dengan seni tradisional Banten seperti Debus, sebuah pertunjukan yang menampilkan kekebalan tubuh.
Selain itu, penampilan Tarian Banten Juara dan Tarian Adang dari BPK Penabur turut memeriahkan panggung pembukaan. Kolaborasi lintas budaya ini menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam bingkai kebersamaan.
Dalil Kitab Suci Jadi Landasan Berdialog
Berbeda dari forum diskusi pada umumnya, Harmony Speech Festival mengangkat pendekatan lintas agama dengan menjadikan dalil kitab suci sebagai basis dalam menyampaikan pesan-pesan kehidupan bersama. Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi hadir langsung dalam kesempatan tersebut untuk memberikan dukungan.
Pendekatan ini dinilai relevan untuk membangun komunikasi yang lebih mendalam antarumat beragama. Melalui dalil kitab suci, setiap pesan kerukunan tidak hanya disampaikan sebagai wacana sosial, tetapi juga memiliki akar spiritual yang kuat bagi masing-masing pemeluk agama.
Ruang Kebudayaan untuk Menjaga Kota Serang yang Kondusif
Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh lintas agama dalam acara ini menjadi penanda bahwa pesan kerukunan tidak hanya dibangun melalui forum diskusi formal. Ruang kebudayaan seperti festival ini dinilai efektif untuk merekatkan persaudaraan antarwarga.
Festival yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat harmoni kehidupan masyarakat. Ketua TP PKK Banten Tinawati Andra Soni juga turut hadir, menunjukkan bahwa dukungan terhadap kegiatan ini datang dari berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana Kota Serang terus berupaya menjaga kondusivitas wilayahnya di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan.