SERANG — Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah perlindungan bagi warga yang tetap beraktivitas di luar rumah di tengah paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kegiatan ini menyasar masyarakat di sekitar wilayah Koramil 0602-08/Petir.
Danramil 0602-08/Petir, Kapten Caj (K) Susanti Martalia, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu Persit, Babinsa, unsur Muspika Kecamatan Petir, serta Puskesmas Petir.
Abu vulkanik yang terbawa angin dapat memicu iritasi saluran pernapasan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit asma atau gangguan paru-paru. Karena itu, penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun efektif untuk meminimalkan risiko tersebut.
"Hari ini kami melaksanakan kegiatan bagi-bagi masker yang dilakukan oleh ibu-ibu Persit, Babinsa, dibantu unsur Muspika dan Puskesmas Petir," kata Susanti dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Keterlibatan Puskesmas Petir dalam kegiatan ini bukan sekadar simbolis. Kehadiran tenaga kesehatan di lokasi pembagian masker memungkinkan warga sekaligus mendapatkan edukasi singkat tentang cara melindungi diri dari dampak abu vulkanik.
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker sebagai pelindung pernapasan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan arahan dari pemerintah serta petugas terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pihak koramil mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Memantau informasi resmi dari Badan Geologi atau instansi terkait menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan status Gunung Anak Krakatau.
Bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata setelah terpapar abu vulkanik, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.