TANGERANG — Kemarau panjang yang belum reda menurunkan ketersediaan air baku di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. PERUMDAM TKR bergerak menyalurkan bantuan air bersih melalui armada mobil tangki ke titik-titik yang mengalami keterbatasan pasokan. Penurunan debit sumber air baku berdampak langsung pada proses produksi dan distribusi air bersih perusahaan daerah itu.
Distribusi bantuan dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan wilayah yang tersebar dari selatan hingga utara Kabupaten Tangerang. Ratusan ribu liter air telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Armada tangki disiagakan agar bantuan bisa bergerak cepat ke lokasi yang membutuhkan.
Wilayah terdampak yang menjadi sasaran distribusi meliputi Cisauk di bagian selatan, lalu Kresek dan Kronjo di utara. Bantuan serupa menyasar Teluknaga, Citra Raya, dan Tigaraksa. Penentuan lokasi didasarkan pada hasil pemantauan kondisi lapangan serta laporan kebutuhan dari pelanggan.
Petugas PERUMDAM TKR berkoordinasi untuk memastikan bantuan diterima masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Selain pengerahan mobil tangki, perusahaan melakukan optimalisasi di sejumlah Instalasi Pengolahan Air. Langkah itu memperkuat skema tanggap darurat yang sudah berjalan.
Kemarau panjang membuat debit sejumlah sumber air baku mengalami penurunan. Kondisi itu berdampak pada kapasitas produksi dan distribusi air bersih ke pelanggan. PERUMDAM TKR menyatakan upaya mitigasi terus dijalankan selama kemarau berlangsung.
Mitigasi yang dilakukan meliputi optimalisasi sumber air baku, pengaturan distribusi, hingga percepatan penanganan di lapangan jika terjadi gangguan pelayanan. Kombinasi langkah itu diharapkan menjaga keberlangsungan pasokan air bersih bagi warga Kabupaten Tangerang.
Direktur Utama PERUMDAM TKR, Sofyan Sapar, menyatakan perusahaan terus berupaya menjaga pelayanan meski menghadapi tantangan akibat faktor alam. Menurutnya, penurunan ketersediaan air baku tidak menghentikan komitmen perusahaan kepada masyarakat.
"Musim kemarau panjang memberikan dampak terhadap ketersediaan air baku yang menjadi sumber utama proses produksi air bersih. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan komitmen kami untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah memperkuat distribusi bantuan air bersih melalui mobil tangki ke wilayah-wilayah yang membutuhkan," ujar Sofyan, 12 September 2026.
Sofyan menambahkan, pihaknya terus memonitor wilayah terdampak dan menyiagakan armada agar bantuan bergerak optimal. Air disebutnya sebagai kebutuhan dasar, sehingga pelayanan dalam kondisi seperti ini harus tetap berjalan.
PERUMDAM TKR mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama periode kemarau. Imbauan itu disampaikan seiring tekanan yang masih dialami sumber air baku.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air. Setiap tetes air sangat berarti, terutama dalam kondisi sumber air baku yang sedang mengalami tekanan akibat musim kemarau," tuturnya.
Melalui langkah tanggap darurat dan pelayanan berkelanjutan, PERUMDAM TKR menegaskan komitmennya melayani masyarakat Kabupaten Tangerang. Pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama selama kondisi kemarau belum menunjukkan perbaikan.