Pemerintah Kabupaten Serang menyiapkan rangkaian festival untuk memulihkan okupansi perhotelan di kawasan wisata Pantai Anyer dan Cinangka yang anjlok pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyatakan pemulihan kunjungan wisatawan menjadi fokus pemkab dalam waktu dekat, seiring status gunung yang turun dari Siaga ke Waspada. Agenda utama yang disiapkan adalah Festival Anyer-Panarukan 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang.
SERANG — Penurunan status Gunung Anak Krakatau dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada Senin, 22 September 2026 pukul 18.30 WIB membuka ruang bagi Pemkab Serang untuk menggenjot kembali sektor pariwisata. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan pihaknya akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang, dengan Festival Anyer-Panarukan 2026 sebagai agenda utama di Kecamatan Anyer.
Festival tersebut akan diawali dengan istigasah, dan Pemkab Serang menjajaki kerja sama dengan media massa serta Pemkab Situbondo untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke wilayah Banten bagian barat itu.
Selama beberapa pekan terakhir, saat erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung intens, sejumlah hotel di kawasan Pantai Anyer dan Cinangka kehilangan tamu karena banyak wisatawan membatalkan kunjungan.
"Mereka membatalkan kunjungannya ke wilayah Anyer dan Cinangka. Tapi memang itu demi keselamatan semuanya," kata Ratu Zakiyah kepada wartawan usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Bupati Serang.
Pembatalan tersebut berdampak langsung pada tingkat hunian perhotelan di dua destinasi wisata andalan Kabupaten Serang itu. Pemkab berharap penurunan aktivitas vulkanik membuat wisatawan kembali datang.
Festival Anyer-Panarukan 2026 dirancang bukan sekadar acara seremonial. Pemkab Serang menggandeng Pemkab Situbondo sebagai mitra karena kedua daerah memiliki keterkaitan historis dalam proyek jalan Anyer-Panarukan era pemerintahan Daendels.
Ratu Zakiyah menekankan pemulihan pariwisata tidak bisa dikerjakan sendirian oleh pemerintah daerah.
"Tentu ini harus lintas sektoral, kita bisa bersama-sama dengan berbagai elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah karena terbatas," ujarnya.
Bupati Serang mengimbau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh masyarakat, KNPI, hingga Karang Taruna, untuk bersama-sama mengawasi situasi di lapangan. Jika menemukan hal di luar prosedur atau potensi penyimpangan, warga diminta segera melapor ke pihak berwenang.
"Sehingga kemudian kita bisa meminimalkan segala kemungkinan atau kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan," kata Ratu Zakiyah menegaskan.
Dengan status Gunung Anak Krakatau yang kini di Level II, Pemkab Serang berharap aktivitas masyarakat dan geliat pariwisata di wilayah Kabupaten Serang kembali seperti sedia kala.