TANGERANG — Delapan kolam oksidasi yang dikelola Disperkimtan Kota Tangerang memanfaatkan proses biologis alami untuk menguraikan bahan pencemar organik sebelum air limbah masuk ke tahapan pengolahan lanjutan. Proses itu berjalan dengan bantuan sinar matahari, alga, dan bakteri.
Kolam oksidasi bukan sekadar kolam penampung. Sistem ini dirancang mengurangi beban pencemaran, melindungi sumber air, dan mendukung kelestarian ekosistem di kawasan perkotaan.
Air limbah domestik dari permukiman warga mengalir ke fasilitas ini sebelum dibuang ke lingkungan. Pengelolaan yang tepat membuat kualitas air di sekitarnya lebih terjaga.
Selain berfungsi sebagai instalasi pengolahan limbah, kawasan kolam oksidasi disebut memiliki potensi dikembangkan menjadi ruang publik. Salah satu yang disorot adalah Kolam Oksidasi Karang.
Namun pemanfaatan kawasan itu sebagai ruang publik mesti memperhatikan aspek keselamatan, kebersihan, kualitas lingkungan, dan fungsi utamanya sebagai fasilitas pengolahan limbah.
Decky Priambodo Koesrindartono menyoroti pentingnya pengelolaan fasilitas pengolahan air limbah secara berkelanjutan. Ia juga meminta warga terlibat menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
"Kolam oksidasi merupakan salah satu fasilitas penting dalam mendukung pengelolaan air limbah dan menjaga kualitas lingkungan. Karena itu, keberadaannya perlu dijaga bersama agar dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Decky, Jumat (23/10/2026).
Ia mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan di sekitar fasilitas pengolahan limbah. Dukungan warga dinilai menentukan keberhasilan upaya pemerintah menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat.
Kolam Oksidasi Wijaya, Mujair, Karang, Cemara, Pandan, Gede, Bawang, dan Kecipir berada di wilayah Karawaci dan Cibodas. Kedelapan titik itu menjadi tulang punggung pengendalian pencemaran air limbah domestik di dua kecamatan tersebut.
Melalui pengelolaan delapan kolam oksidasi, Pemkot Tangerang berupaya memperkuat pengendalian pencemaran lingkungan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur perkotaan.