TANGSEL — Peluncuran Pos Gizi Tahun 2026 di Kelurahan Bakti Jaya menjadi momen Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menegaskan posisi pemerintah dalam persoalan gizi anak. Ia menyebut tanggung jawab itu tidak bisa dilempar sepenuhnya ke keluarga.
Menurut Pilar, persoalan kekurangan gizi pada anak menyangkut banyak pihak. Keluarga, pemerintah, hingga elemen masyarakat punya peran masing-masing yang tidak bisa dipisahkan.
Dosa Besar Jika Ada Anak Kurang Gizi
Pilar menyampaikan pernyataan keras soal kondisi gizi anak di wilayahnya. Ia menilai keterlambatan penanganan gizi buruk adalah kesalahan kolektif.
"Kalau sampai ada yang kurang gizi, itu dosa kita semua. Dosa besar," kata Pilar saat menghadiri Launching Pos Gizi Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangsel di Kelurahan Bakti Jaya, Selasa 22 September 2026.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam ketika ada keluarga yang tidak mampu memberi asupan bergizi. Dukungan harus hadir, terutama bagi keluarga yang terhambat faktor ekonomi.
Perintah ke Kecamatan dan Kelurahan
Pilar meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan aktif memantau kondisi anak-anak di wilayah masing-masing. Mereka diminta memastikan tidak ada orang tua yang gagal memberi makanan layak karena keterbatasan biaya.
"Minimal kita backup dulu. Yang penting ibu ini jangan sampai karena kondisi ekonomi tidak mampu memberikan anaknya asupan makanan yang baik," ujarnya.
Instruksi itu menyasar langsung aparat wilayah yang paling dekat dengan warga. Kecamatan dan kelurahan dinilai punya akses paling cepat untuk mendeteksi kasus gizi buruk di tingkat RT/RW.
Kualitas SDM Masa Depan Jadi Pertaruhan
Pilar mengaitkan persoalan gizi dengan kualitas sumber daya manusia Kota Tangsel pada masa mendatang. Anak yang kekurangan gizi sejak kecil dikhawatirkan tumbuh dengan kondisi kesehatan dan kemampuan yang tidak optimal saat dewasa.
Peluncuran Pos Gizi Tahun 2026 oleh Dinas Kesehatan Kota Tangsel menjadi salah satu instrumen untuk menjawab kekhawatiran itu. Pos gizi berfungsi memantau status gizi anak sekaligus memberi intervensi bagi yang membutuhkan.
Pemkot Tangsel lewat program ini ingin memastikan tidak ada anak yang luput dari perhatian. Dukungan bagi keluarga kurang mampu menjadi bagian dari upaya tersebut, sejalan dengan permintaan Pilar agar aparat wilayah bergerak cepat.