TANGERANG — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Mugiya Wardhany menyatakan lomba ini menjadi ruang bagi warga menunjukkan kreativitas dan potensi wilayah masing-masing. Pemerintah Kota Tangerang menilai keterlambatan penyetoran berkas sering menjadi penyebab karya berkualitas gagal masuk penilaian.
Sisa waktu kurang dari sepekan dimanfaatkan Diskominfo untuk mengingatkan kembali seluruh peserta. Peserta diminta mengunggah berkas dan karya terbaik melalui tautan resmi https://bit.ly/PengumpulanKaryaLombaKIM2026.
Sisa Lima Hari, Peserta Diminta Tidak Menunda
Mugiya menegaskan tenggat yang tersisa harus dipakai optimal. Ia meminta peserta menghindari pengiriman di menit-menit terakhir untuk mengurangi risiko kendala teknis saat mengunggah.
"Kami mengajak seluruh Sobat KIM untuk segera mengumpulkan karya-karya terbaiknya. Lomba ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta potensi wilayah masing-masing melalui konten yang informatif, edukatif dan inspiratif," ucap Mugiya.
Pernyataan itu disampaikan Mugiya di Kota Tangerang. Ia menekankan karya yang masuk bukan sekadar kompetisi, tetapi juga cara memperkenalkan potensi tiap kelurahan dan kecamatan kepada publik lebih luas.
Peran KIM dalam Narasi Positif Pembangunan
Keberadaan KIM dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun narasi positif di tengah masyarakat. Lewat lomba ini, diseminasi informasi pembangunan serta potensi lokal dapat tersampaikan lebih luas dan menarik.
"Melalui Lomba KIM ini, kami ingin mendorong kolaborasi aktif masyarakat dalam mengemas informasi secara kreatif agar pesan-pesan pembangunan dan edukasi bisa tersampaikan dengan menyenangkan," tambah Mugiya.
Diskominfo menempatkan KIM sebagai mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi program pembangunan. Peran itu dinilai makin relevan seiring tingginya arus informasi digital di tingkat warga.
Batas Akhir 20 Oktober 2026, Unggah Daring
Batas akhir pengiriman karya Lomba KIM Kota Tangerang Tahun 2026 ditutup pada Selasa, 20 Oktober 2026. Peserta dapat mengunggah berkas dan karya terbaiknya secara daring melalui tautan resmi yang telah disediakan panitia.
Panitia mengarahkan seluruh proses pengumpulan dilakukan lewat kanal daring tersebut. Peserta yang belum melengkapi berkas diminta segera menyelesaikannya sebelum tenggat berakhir.