Kolaborasi Pemprov Banten, Pemkot Tangerang dan Banksasuci Bersihkan 30 Ton Sampah di Kali Ledug Cegah Banjir

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 13:16:01 WIB
Petugas gabungan membersihkan 30 ton sampah di Kali Ledug untuk mencegah banjir.

TANGERANG — Tumpukan sampah domestik yang menyumbat aliran Kali Ledug menjadi perhatian serius berbagai pihak. Untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi, Pemerintah Provinsi Banten melalui UPTD DAS Cidurian-Cisadane bersama Dinas PUPR Kota Tangerang dan Banksasuci Foundation menggelar aksi korve atau pembersihan sungai secara besar-besaran, Rabu (13/05/2026).

Puluhan Personel dan Alat Berat Dikerahkan

UPTD DAS Cidurian-Cisadane menerjunkan puluhan personel harian lepas (PHL) dan satu unit armada untuk mendukung kegiatan ini. Kepala UPTD DAS Cidurian-Cisadane, Didik Purwanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi banjir di Kecamatan Periuk.

“Melalui kolaborasi Korve bersama diharapkan dapat mengantisipasi banjir di wilayah Kecamatan Periuk,” ungkap Didik.

Dukungan serupa datang dari Dinas PUPR Kota Tangerang. Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) mengerahkan satu unit excavator dan satu unit armada truk untuk mempercepat proses pengangkutan sampah. Kepala Bidang OP Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, membenarkan hal tersebut.

“Kita turunkan 1 unit Excavator, 1 unit armada dan personil untuk Korve bersama di Kali Ledug,” tutur Iwan.

Tantangan: Mengubah Kebiasaan Masyarakat Membuang Sampah ke Sungai

Di balik keberhasilan mengangkut puluhan ton sampah, Ketua Banksasuci Foundation sekaligus inisiator Korve ASRI, Ade Yunus, menyoroti persoalan yang lebih mendasar. Menurutnya, sampah yang mendominasi Kali Ledug adalah sampah domestik rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan perubahan perilaku warga menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.

“Sebagian besar sampah yang kami temukan adalah sampah domestik rumah tangga, maka tantangan sesungguhnya adalah bukan membersihkan sampahnya namun edukasi komunikasi perubahan perilaku,” ungkap Ade.

Ade menambahkan bahwa upaya mencegah banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia mendorong penerapan kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, korporasi, akademisi, komunitas, dan media agar program Tangerang ASRI, Banten ASRI, dan Indonesia ASRI dapat terwujud secara berkelanjutan.

Sinergi Lintas Instansi untuk Sungai Bersih

Aksi korve di Kali Ledug ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi, kota, dan komunitas. Ade Yunus menyampaikan apresiasi kepada UPTD DAS Cidurian-Cisadane dan Dinas PUPR Kota Tangerang yang telah berpartisipasi aktif.

“Terimakasih atas dukungan UPTD DAS Cidurian-Cisadane dan DPUPR Kota Tangerang yang telah bersinergi melaksanakan giat Korve Indonesia ASRI,” pungkasnya.

Pembersihan sampah di Kali Ledug diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari gerakan berkelanjutan yang melibatkan kesadaran warga untuk tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Dengan aliran sungai yang lancar, risiko banjir di Kecamatan Periuk dan sekitarnya dapat ditekan secara signifikan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: tangerangpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top