TANGERANG SELATAN — Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan sepak bola di Provinsi Banten. Ia menyebut Banten menjadi salah satu daerah yang memiliki stadion representatif dan berhasil meloloskan tiga klub ke kompetisi Liga 1.
“Semoga ke depan akan banyak lagi timnas dihuni oleh anak-anak muda yang ada di Banten,” ujar Yunus usai menghadiri Kongres Biasa PSSI Banten di Kota Tangerang Selatan, Rabu (13/5/2026).
Dua klub yang sudah bersaing di Liga 1 musim ini adalah Persikota dan Dewa United. Satu klub lainnya yang dipastikan lolos dan akan berlaga pada musim depan adalah Adiyaksa. Keberadaan tiga klub ini menandakan ekosistem sepak bola di Banten semakin matang.
Yunus Nusi menyoroti pentingnya kompetisi berjenjang yang sudah digulirkan PSSI Banten, mulai dari anak usia dini hingga remaja. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi fondasi utama untuk melahirkan bibit pemain berbakat dari Banten.
“Hanya kita tetap berharap pelatihan-pelatihan yang nanti akan membimbing anak-anak kampung, anak-anak Banten untuk menjadi pemain timnas,” terangnya.
Yunus juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah kabupaten dan kota. Ia menyebut banyak pemilik klub lokal, bahkan hingga tingkat kecamatan, yang merogoh kocek pribadi untuk membiayai operasional tim, termasuk gaji pelatih.
“Maka tentu kita berharap lapangan bola, stadion-stadion yang ada di Banten ini yang jangan terlalu mahal lah, kasihan dibebankan kepada kawan-kawan klub kita. Karena kita tahu bersama mereka juga cari duit dari mana-mana,” ujarnya.
“Dan pasti saya yakin ketika pemerintah kabupaten-kota memberikan dukungan itu, kemudian juga klub-klub yang ada di sini semangat untuk membangun sepak bola di Banten. Saya yakin sepak bola di Banten akan maju,” tambah Yunus Nusi.
Selain faktor stadion yang representatif, keberhasilan ini tidak lepas dari gairah sepak bola yang tinggi di wilayah ‘Tanah Jawara’. Dengan tiga klub di Liga 1, Banten menjadi barometer baru perkembangan sepak bola di luar Pulau Jawa bagian barat.