Pemkot Tangsel Luncurkan Aplikasi Sanset untuk Digitalisasi Aset Daerah, Dirjen Kemendagri Sebut Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 12:57:52 WIB
Wali Kota Tangsel luncurkan aplikasi Sanset untuk digitalisasi dan monitoring aset daerah.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pencatatan, penarikan data, hingga monitoring aset bergerak maupun tidak bergerak, termasuk tanah milik daerah. “Ini untuk mempermudah penataan pengelolaan aset pencatatan dan penarikan data di Tangerang Selatan baik berupa aset bergerak terutama aset tanah, dan aset tidak bergerak,” ujarnya dalam sosialisasi penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) Tahun 2027, Senin (18/5/2026).

Mengapa Digitalisasi Aset Daerah Mendesak Diterapkan?

Selama ini, pencatatan aset di banyak daerah masih bersifat manual dan tersebar di berbagai dinas, sehingga rawan selisih data dan sulit diaudit. Dengan SANSET yang dilengkapi tanda tangan elektronik, setiap transaksi dan mutasi aset bisa dilacak secara digital.

Benyamin menambahkan, sistem ini akan mendorong tata kelola pemerintahan modern di Tangsel. “Jadi nanti akan menuju kepada data aset yang terpadu, dan sehingga kita kedepannya dalam pengelolaan ini dimudahkan,” kata dia.

Apresiasi dari Kemendagri: Bisa Menekan Korupsi Daerah

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fathoni memberikan apresiasi langsung terhadap inovasi ini. Menurutnya, digitalisasi aset menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola yang akuntabel sekaligus membuka peluang pendanaan inovatif bagi daerah.

“Kami dari Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi atas inovasi ini. Dengan Sanset ini, nanti aset yang ada di Tangerang Selatan bisa lebih terdata lagi, tata kelola yang bisa diperbaiki dan bahkan bisa dimonitor, kemudian bisa dilakukan evaluasi,” ujar Agus.

Ia menekankan, sistem digital seperti SANSET dapat mempercepat pelayanan, meningkatkan akuntabilitas, hingga meminimalkan potensi kebocoran anggaran dan praktik korupsi. “Jadi kalau Tangerang Selatan bisa terus mengoptimalkan dengan melakukan inovasi, melakukan digitalisasi ini, maka kinerjanya bisa lebih baik, lebih cepat, akuntabel, bisa mengurangi kebocoran, mengurangi korupsi,” tuturnya.

Lima Langkah Strategis untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah

Agus Fathoni membeberkan lima langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan dan tata kelola, yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, peningkatan kualitas SDM, digitalisasi, dan inovasi. Ia juga mendorong creative financing atau strategi pendanaan inovatif di luar APBD.

“Kami mendorong daerah ini agar melakukan creative financing, mengoptimalkan kinerja BUMD, dan juga melakukan inovasi di bidang pajak dan integrasi daerah,” jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan aset daerah yang optimal bisa menjadi sumber pembiayaan baru, bukan sekadar barang inventaris yang terbengkalai. Ia menilai inovasi SANSET layak ditiru oleh pemda lain di Indonesia. “Ini termasuk terobosan yang bagus, yang bisa ditiru oleh daerah lain. Jadi daerah lain bisa meniru bagaimana bisa membuat aplikasi di internal pemerintah daerah,” kata dia.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: persepsi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top