Danantara Siapkan Ekspansi Bisnis Komoditas Global, BUMN DSI Baru Punya Satu Karyawan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 15:23:01 WIB
Danantara mulai membangun tim inti dengan satu karyawan di tahap awal pembentukan perusahaan.

BANTEN — Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa proses pembentukan organisasi DSI dilakukan dengan pendekatan serupa saat Danantara pertama kali berdiri. "Sebagai perusahaan baru dibentuk Senin minggu lalu, Senin kemarin baru menjadi persero BUMN, jadi cukup cepat. Kebetulan pegawainya baru satu, Luke," ujar Pandu dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Rekrutmen Global untuk Tenaga Spesifik

Pandu menegaskan bahwa perekrutan pegawai DSI tidak akan dibatasi pada tenaga kerja dalam negeri. Perusahaan akan membuka lowongan secara global, terutama untuk posisi yang membutuhkan keahlian spesifik di bidang perdagangan komoditas dan pembiayaan perdagangan. "Jadi dari sisi sumber daya manusia, kami juga rekrut dari global, bukan hanya di Indonesia, semuanya global. Seperti tadi saya sebut di batu bara hanya ada 2 ribu trader di dunia," jelasnya.

Menurut Pandu, pasar tenaga ahli untuk sektor ini sangat terbatas di Indonesia. Ia mencontohkan bidang trade financing atau pembiayaan perdagangan yang sebagian besar tenaga ahlinya berada di luar negeri. "Untuk trade financing specifically, most of the talent tuh tidak banyak di Indonesia, banyaknya di luar negeri. Ini juga kita harus bisa recruit to transfer knowledge of doing financing yang menyangkut komoditas," tuturnya.

Belajar dari Percepatan Danantara

Pandu membandingkan proses rekrutmen DSI dengan pengalaman Danantara yang dalam satu tahun berhasil merekrut hingga 450 pegawai. "Kalau misalnya bapak ibu ingat, Danantara dimulai Februari dimulai dengan 3 orang. Akhir Maret dan April, 30 orang. Sekarang setahun kemudian 450 orang," ujarnya. Ia optimistis DSI bisa mengikuti pola percepatan serupa, meski saat ini masih dalam tahap awal.

Meskipun fokus pada rekrutmen global, Pandu tidak menutup kemungkinan merekrut sumber daya manusia dari BUMN eksisting. "Tentu nanti akan ada juga dari BUMN yang akan kita coba rekrut juga human capital yang sudah ada itu untuk bisa belajar bareng," bebernya. Ia menekankan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara profesional dan hanya menyasar tenaga kerja berkualitas.

Target Bisnis dan Tantangan ke Depan

Kehadiran DSI diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas internasional. Saat ini, bisnis ekspor komoditas Indonesia masih banyak dikelola oleh perusahaan swasta asing. Dengan struktur yang ramping dan rekrutmen global, Danantara ingin membangun perusahaan yang kompetitif sejak awal.

Pandu juga menyinggung bahwa Luke Thomas Mahony sebagai direktur utama adalah warga negara asing. "Saya terima kasih juga dia orang asing, jadi walaupun banyak yang WA dia, dia nggak bisa jawab juga WA itu," candanya. Langkah ini menunjukkan bahwa Danantara tidak ragu mendatangkan talenta asing untuk mempercepat transfer pengetahuan di tahap awal pembentukan perusahaan.

Dengan modal awal yang masih minim secara sumber daya manusia, DSI akan fokus pada pembangunan tim inti dalam beberapa bulan ke depan. Targetnya, perusahaan ini bisa segera beroperasi penuh dan mencatatkan transaksi perdagangan komoditas pertamanya sebelum akhir tahun.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top