Nadiem Makarim Bantah Korupsi demi Kekayaan Pribadi, Sebut Pengabdian untuk Pendidikan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 12:49:01 WIB
Nadiem Makarim menyampaikan nota pembelaan di sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

BANTEN — Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memasuki babak baru. Terdakwa Nadiem Makarim menyampaikan nota pembelaan setebal puluhan halaman di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam pleidoinya, Nadiem mengaku telah mengalami banyak kepahitan selama menjabat sebagai menteri. Namun, ia menegaskan bahwa kebahagiaan terbesarnya justru datang dari interaksi langsung dengan para guru di lapangan.

"Banyak sekali kepahitan yang saya alami sebagai menteri. Tetapi kebahagiaan terbesar saya adalah bertemu guru yang menemukan kekuatan besar di dalam dirinya yang belum pernah mereka sadari," kata Nadiem di ruang sidang.

Mengapa Nadiem Menolak Tuduhan Memperkaya Diri

Pendiri Gojek itu secara spesifik membantah bahwa kebijakan digitalisasi pendidikan yang ia canangkan bermotif ekonomi pribadi. Nadiem menegaskan bahwa seluruh program pengadaan perangkat teknologi di sekolah-sekolah tidak dirancang untuk menguntungkan kantongnya sendiri.

"Itulah kenapa saya menerima amanah sebagai Menteri Pendidikan. Itulah kenapa saya melakukan digitalisasi pendidikan. Bukan untuk menambah kekayaan saya, bukan demi ambisi politik. Saya mengabdi murni untuk menjaga masa depan negara yang saya cintai," ucapnya.

Menurut Nadiem, justru karena kondisi finansialnya yang telah mapan, rasa tanggung jawabnya terhadap negara semakin besar. Ia mengaku telah mempertaruhkan reputasi, ketenangan, dan keluarga demi mengemban amanah publik.

Jaket Gojek Generasi Pertama Jadi Simbol Perlawanan

Pemandangan tak biasa terlihat saat Nadiem memasuki ruang sidang. Ia tidak mengenakan rompi ungu khas tahanan Kejaksaan Agung, melainkan jaket ojek online generasi pertama. Langkah itu dibaca pengamat sebagai upaya menunjukkan identitasnya sebagai pengusaha sukses sebelum menjadi pejabat negara.

Nadiem masuk ke ruang sidang didampingi istrinya, Franka Franklin. Sebelum duduk di kursi terdakwa, ia menyempatkan menyapa dan memeluk kedua orang tuanya, Nonok Anwar Makarim dan Atika Algadrie, yang setia mendampingi sejak persidangan dimulai.

Ruangan sidang hari itu lebih banyak dihadiri pendukung yang mengenakan kemeja putih, berbeda dengan sidang-sidang sebelumnya yang dipadati pengemudi ojek online.

Komentar soal Meninggalkan Gojek Dibalas dengan Pertanyaan Retoris

Dalam pleidoinya, Nadiem juga menyinggung komentar publik yang kerap ia terima sejak awal menjabat. Salah satu yang paling sering didengar adalah pertanyaan mengapa ia meninggalkan Gojek yang sudah mapan.

"Banyak komentar sebelum kasus ini dimulai, 'salah Nadiem cuma satu, kok mau menjadi menteri? Padahal sudah nyaman di Gojek'. Saya mau menanggapi komentar ini dengan pertanyaan sederhana. Kalau semua orang berprestasi menolak amanah untuk mengabdi karena sudah nyaman, apa jadinya masa depan negara kita?" katanya.

Pernyataan itu sontak disambut tepuk tangan dari para pendukung di ruang sidang. Jaksa penuntut umum belum memberikan tanggapan resmi atas pleidoi yang disampaikan Nadiem. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda tanggapan jaksa atas nota pembelaan terdakwa.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top